Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Februari 2012

EM FORUM KONVERENSI


EM Forum  Kupas Keberhasilan EM di Asia

EM Forum 2010 yang berlangsung akhir di Penang Malaysia merupakan konverensi Internasional  membahas perkembangan EM di seluruh dunia termasuk Indonesia.

Keberhasian teknologi EM dalam berbagai bidang seperti pertanian perikanan, peternakan, dan pemanfaatan EM untuk lingkungan dan juga kesehatan. Telah menjadi consen berbagai negara di kawasan asia khususnya dalam dunia pertanian dan pengolahan limbah. Hal ini terlihat dari antusiasme negara-negara yang selama ini menerapkan teknologi EM seperti Malaysia, Singapura, Indonesia, Vietnam, Kamboja, Australia dan Singapura,
Indonesia yang diwakili oleh Direktur PT. Songgolangit Persada, Ir. H. Agus Urson HP , dan Kacab Bali PT. Songgolangit Persada, Irkham Rosidi. dan Kepala bagian R&D PT. Asam Jawa,  Drs. Subronto MS, sebagai peneliti dan pengguna langsung teknologi EM.   Drs. Subronto MS inilah yang  mempresentasikan  keberhasilan penerapan teknologi EM pada kelapa sawit diantaranya pada pemanfaatan limbah organic yang diolah dengan teknologi EM.
Malaysia juga menyampaikan inovasi terbaru teknologi EM yang sedang dikembangkan adalah kegiatan pelemparan Bokashi Mudball yang telah dilakukan melalui konsorsium presentasi dengan judul; Greening Penang The PSDC Initiative oleh Mr. Horst Rosenmueller yang merupakan President PSDC.
Dalam presentasinya disampaikan bahwa kegiatan One Million Apologizes to Mother Earth yang telah dimulai sejak satu tahun merupakan bagian dari CSR Hunza Properties dan hal ini tidak dilakukan sendiri oleh dia akan tetapi melibatkan berbagai LSM dan Club yang ada di Penang yang kemudian bergabung dengan nama PDC. Pada tahun 2010 ini PDC berinisiatif melakukan pelemparan 1.000.000 mudball yang merupakan sumbangan dari LSM dan pemerhati lingkungan. Satu hari setelah kegiatan EM Forum ini digelar peserta EM Forum Asia diajak untuk melakukan pelemparan yang ke 1.000.000 Bokashi Mudball ke sungai kinta di kawasan P. Penang.
Tak Hanya itu EM juga dimanfaatkan perusahaan besar yang ada di Sabah Malaysia. Perusahaan perusahaan tersebut telah memanfaatkan Teknologi Em untuk berbagai bidang seperti pengolahan limbah, pemupukan maupun untuk pemeliharaan ternak kuda dan lainnya.
Yang juga menarik juga presentasi dari perwakilan Australia Mr. Ken Bellamy Ken adalah seorang principal dari  Vital Resources Management Pty Ltd (VRM) dan Prime Carbon Pty Ltd: keduanya merupakan perusahaan Australia yang bergerak dalam bidang konsultan manajemen perusahaan untuk lingkungan hidup yang berkelanjutan melalui peningkatan kualitas tanah dan air. Mr. ken mempresentasikan berbagai produk turunan yang berasal dari Teknologi EM untuk rumah tangga seperti Ekstrak buah untuk pembersih kaca, toilet, lantai dan kendaraan, selain itu juga mempresentasikan keberhasilan perusahaan VRM dalam manajemen pengendalian limbah organic dengan penerapan teknologi EM pada pabrik Gula QLD Sugar Industry, Taman Nasional, juga kantor-kantor pemerintah daerah dan juga hotel maupun restaurant.
Salahsatu pembicara Mr. Alan Seah Founder Go organic International mengangkat judul “Our Experience In Singapore with EM” menurut Alan, pemanfaatan EM untuk pertanian organic di Singapura telah dulakukan dan manfaatnya sungguh diluar dugaan, tidak saja untuk go organic dalam bidang pertanian, tetapi EM juga dipergunakan untuk kesehatan, banyak relasinya yang telah meminum EM untuk mengatasi diabetes, kanker dan lainnya, ada yang mengatakan sembuh setelah meminum EM.
Bahkan Prof Keita Kojima Manager dari EMRO CostaRica, mengungkapkan pengalamannya dalam penggunaan EM di Amerika latin untuk mengatasi pencemaran pada danau amatilin di daerah pedalaman.
Presentasi yang tak kalah menariknya  dengan Judul Aplication of EM Technology in Vietnam disampaikan oleh Dr Le Khac Quang Direktur Vina Nichi for Technology, dalam presentasinya banyak disampaikan keberhasilan penggunaan EM untuk perikanan dan tambak.
EMRO dan APNAN juga melaporkan kemjuan-kemajuan yang telah dicapai kedua organisasi tersebut di belahan dunia. Sedang.
Sementara itu, di iruang yang terpisah dipamerkan pula berbagai macam produk-produk derivate Teknologi EM dari berbagai Negara anggota APNAN dan sehingga terbuka peluang untuk saling berkomunukasi dengan public lebih baik lagi..***

Minggu, 26 Februari 2012

Internasional2

Cita-Cita Gavin Birch
Indonesia Bersih dan Hijau

Tampaknya bukan sekedar bualan Husen Abdullah dengan nama asli Gavin Birch yang ingin menjadikan Indonesia Bersih dan Hijau, tapi dibuktikannya selama 24 tahun melakukan aksi membersihkan sampah di laut.


Tak hanya itu, pria tua berkaca mata tebal ini juga selalu memungut sampah di jalan-jalan Kota Mataram. Dia berhenti di bak penampungan sampah, lalu mengumpulkan daun-daun, botol dan gelas plastik bekas, sampai kotoran kuda dan sapi. Dia pun tak segan-segan memberikan penyuluhan kepada pejalan kaki yang melintas saat dia tengah mengumpulkan sampah.

‘’Kalau  pergi ke kawasaan wisata pantai Senggigi NTB, jangan coba-coba membuang sampah sembarangan. Kalau lagi apes ketemu Pak Husin pasti deh dapat ’nyanyian’ ( omelan) yang cukup menusuk gendang telinga,’’begitu kata pemilik toko minuman di kawasan tersebut.

Penampilannya sangat sederhana, bahkan barangkali ada yang menganggapnya ”gila”. ‘’Saya sering kali dicemooh dan dikira gila karena pekerjaan saya ngurus sampah dan kotoran saja,’’ katanya.

Menurut Husein, semua ini dilakukannya karena cintanya dia dengan kebersihan dan keindahan. Walhasil, kawasan pesisir dan sungai seputar kawasan obyek wisata Senggigi dan Kota Mataram  menjadi tempat ”bermain” Husin karena di situ banyak sekali sampah rumah tangga yang tergerus air sungai dari hulu. Sampah itu berceceran di pasir, selain mengapung digoyang ombak laut yang membuat kawasan itu tampak kotor.

Karena cintanya dengan kebersihan jangan heran jika di pagi hari, Husein yang telah menjadi yang mulai membersihan laut dari tahun 1985 ini, sering berlama-lama berenang di laut memunguti sampah dengan alat seadanya. ‘’Bagaimana turis mau senang mandi dan berbaring kalau air laut dan pasirnya kotor,” ujarnya.

Sampah plastik itu dibawa dengan mobil Isuzu pick up, kemudian dibakar, sedangkan sampah dedaunan diolahnya dengan mesin penghancur sampah, kemudian dicampur dengan kotoran ternak, diendapkan selama dua hari. Limbah-limbah yang semula tidak berharga menjelma menjadi pupuk bokashi yang sangat baik bagi tanaman, terutama tanaman sayuran/hortikultura.

Alat penghancur sampah yang digerakkan mesin diesel 8 HP (tenaga kuda) itu dibuatnya sendiri, modifikasi dari mesin buatan Selandia Baru, yang juga dilengkapi 15-18 cutting (pisau) dan blower (kipas). Bahan organik kaya akan sumber hayati seperti jerami, daun, dan ranting dimasukkan ke bak penampungan, di fermentasi dengan EM4 (Effective mikroorganisms)  yang nantinya dijadikan bahan pupuk bokashi berkualitas.

Tak hanya membuat pupuk bokashi, Ia juga membiayai pembangunan 46 jamban di Desa Kediri, Lombok Barat. Sejumlah gerobak sampah juga disumbangkan kepada warga Desa Banyumulek, yang merupakan sentra industri kerajinan gerabah di Lombok Barat. Beberapa sumur gali dibiayainya, antara lain di desa-desa yang kondisi lingkungannya kumuh, seperti Desa Batu Layar, Melase, atau di Kelurahan Ampenan, Mataram.

Kepedulian Husin yang kemudian mendirikan Yayasan Cinta Lingkungan Lombok itu mengundang perhatian pengusaha hotel dan restoran di kawasan wisata Senggigi, selain bantuan rekan-rekan seasal dengannya yang tergabung dalam Rotary Club New Zealand. Warga Selandia Baru itu ikut menyokong aktivitas Husin, setelah menyetujui proposal yang diajukan berupa kegiatan pembinaan kebersihan lingkungan pada beberapa desa di Lombok
Hidup bersih dan sehat juga tercermin di rumahnya, berlokasi di pinggir Pantai Desa Batu Layar. Di atas tanah 33 are, halaman rumahnya ditanami berbagai pohon buah-buahan, bunga dan tanaman konservasi, sehingga suasana rumahnya terasa sejuk. Dia juga menyewakan enam homestay bagi wisatawan dengan tarif relatif murah, Rp 75000 semalam.

Ada juga ruangan khusus yang digunakan sebagai bengkel kerja untuk membuat pupuk bokashi.Sampai kapan akan menangani sampah? ”Sampai orang mau diajak hidup bersih dan sehat,” jawabnya.

Memang sangat sulit dimengerti, ada sebagian masyarakat, yang tidak memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap keadaaan sekitar. Sementara seorang asing berupaya ingin mewujudkan Indonesia yang bersih dan hijau. (A)