Tampilkan postingan dengan label Edisi XI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Edisi XI. Tampilkan semua postingan
Minggu, 19 Februari 2012
Salam Redaksi
Limbah Hotel Teratasi, Lingkungan Nyaman
Masalah pengelolaan limbah memang tidak
sesederhana yang dibayangkan karena pengolahan air limbah memerlukan perencanaan dan kecermatan
dalam pengelolaannya. Tujuannya untuk menurunkan kadar bahan tercemar sehingga
pada akhirnya air tersebut memenuhi baku
mutu yang sudah ditetapkan.
Memang, seringkali kegiatan
usaha perhotelan, industri, perdagangan, peternakan, pertanian, dan lain-lain, selalu
menjadi sasaran tudingan sebagai pemicu masalah pencemaran lingkungan, Tapi
memang inilah masalahnya, ada sebagian pengusaha cenderung menganggap lingkungan
adalah milik bersama ( common property),
pencemaran atau kerusakan lingkungan
dianggap sebagai faktor aksternal di luar komponen biaya produksi
Pembuangan air limbah baik yang
bersumber dari kegiatan domestik (rumah tangga) maupun hotel atau industri
dapat menyebabkan pencemaran lingkungan apabila kualitas air limbah tidak
memenuhi baku
mutu limbah
Kesadaran untuk mengelola limbah secara benar agar tidak menimbulkan
pencemaran terhadap lingkungan sekitarnya harus menjadi agenda utama dan jangan
sekali-kali disepelehkan. Ada beberapa kasus
yang terjadi di Bali. Contohnya daerah wisata
Kuta yang sangat rentan dengan persoalan limbah. Permasalahan limbah hotel ini
jika tidak segera ditangani dengan baik akan menjadi preseden buruk bagi dunia pariwisata
di Bali.
Limbah hotel sebenarnya bisa
bernilai positif jika diolah melalui IPAL. Hasil pengolahan limbah cair, yang
tentunya menggunakan teknologi tepat guna dan dapat mengurai gas-gas berbahaya
seperti penggunaan EM Pengolahan Limbah ini, semestinya bisa dimanfaatkan untuk
kepentingan yang lain. Salah satunya air hasil pengolahan limbah ini bisa
digunakan untuk menyiram tanaman di lingkungan hotel. Ini secara tidak langsung
bisa menekan biaya pemeliharaan tanaman di lingkungan hotel.
Kerena itu, paling tidak pengelola hotel mesti
memiliki IPAL sehingga tidak terjadi pelanggaran dalam penanganan limbah. Setiap
pembangunan hotel seyogyanya dilakukan monitoring oleh pemerintah, terutama
dalam hal penanganan limbah, Apakah pembangunan hotel tersebut sudah disertai
dengan pembangunan intalasi pengolahan limbah atau belum?
Coloum Pak Oles
MEMBUAT PUPUK ORGANIK DARI
LIMBAH HOTEL
Hotel yang terlihat bersih dan mewah ternyata menghasilkan limbah
yang cukup banyak. Semakin banyak tamu yang berkunjung dan menginap, maka
limbah yang dihasilkan menjadi semakin banyak juga. Limbah itu berupa sisa-sisa
makanan dari restoran, limbah dapur, toilet, potongan rumput, ranting dan
sampah kebun, limbah laundry, limbah plastik, karet, besi dan kaca, serta
limbah dari zat-zat kimia lainnya yang digunakan untuk sanitasi dan kebersihan
hotel.
Limbah-limbah anorganik dapat dikumpulkan untuk dibakar atau didaur
ulang sesuai dengan manfaatnya. Limbah-limbah organik dikumpulkan dan diolah
atau didaur ulang untuk pupuk organik, atau dibuang ketempat pengolahan limbah
organik yang profesional.
Penampungan limbah organik di tempat penampungan sementara, misalnya
septic tank, memerlukan penanganan yang baik, sampai septic tank tersebut
penuh, yang selanjutnya dalam kurun waktu tertentu, misalnya setiap tahun
sekali, isi septic tank tersebut disedot dan dibuang ketempat pengolahan tinja.
Selama limbah tinja, limbah air dapur dan limbah air kotor ditampung di septik
tank, diperlukan suatu tehnologi bagaimana mengurangi bau limbah tersebut agar
tidak mengganggu lingkungan. Tehnologi EM dengan produk EM-4 nya meyelesaikan
masalah tersebut.
Mikroorganisme dalam EM-4 bertugas mengurangi bau busuk dan gas
beracun dengan memakannya dan menggunakannya sebagai sumber energy. Partikel-partikel
limbah akan dipecah menjadi partikel-partikel yang lebih halus, sehingga air
limbah yang disaring dalam septic tank menjadi lebih bening dan tidak berbau,
sehingga bisa digunakan untuk menyiram rumput, taman dan kebun.
Partikel-partikel limbah yang halus tersebut akan mengendap yang selanjutnya
bisa dikumpulkan dan digunakan untuk pupuk tanaman yang subur. Dengan Teknologi
EM, septic tank akan menjadi penuh lebih lama, sehingga diperlukan biaya yang lebih
sedikit untuk menyedot limbahnya. Kenapa demikian? karena air limbah organik
dan partikel halus dari endapan lumpur limbah sudah bisa didaur ulang didalam
ekosistim hotel itu sendiri.
Pemanfaatan limbah dapur dan sisa makanan dari restoran bisa
dikumpulkan untuk makanan ternak. Limbah
tersebut disemprot dengan EM-4 untuk mengurangi bau dan mencegah berkembangnya
pathogen, kemudian diangkat kepeternakan dan diolah untuk makanan ternak, atau
bisa juga diberikan langsung kepada ternak. ayam, bebek dan entok adalah jenis
ternak yang sangat menyukai makanan dari limbah hotel.
Limbah dapur dan sisa makanan juga bisa digunakan untuk pupuk organik.
Limbah tersebut dimasukkan ke dalam tong dan difermentasi dengan EM-4. Cairan
yang dihasilkan ditampung dan bisa digunakan sebagai pupuk cair. Selanjutnya
bahan organik kasar hasil fermentasi tersebut bisa digunakan untuk pupuk organik
padat, dengan langsung menanamnya dalam
tanah, di daerah perakaran tanaman.
Potongan rumput, ranting dan daun dari kebun bisa dipotong menjadi
lebih kecil lagi, selanjutnya disemprot dengan EM-4 dan ditaburi dedak
secukupnya untuk stater, atau bisa juga dicampur dengan pupuk kandang, kemudian ditutup dengan plastik.
Seminggu kemudian adonan rumput tersebut sudah bisa digunakan untuk pupuk organik.
Limbah lemak atau gumpalan lemak dari air kotor dapur dikumpulkan ke
dalam lubang tanah penampungan dan disiram EM-4, kemudian diurug dengan tanah
secara berlapis-lapis. Dalam kurun waktu tertentu jika lubang penampungan
limbah lemak sudah penuh, maka lubang tersebut dapat digali dan diambil “harta
karunnya” untuk pupuk organik.
Daur ulang limbah organik hotel untuk kebutuhan pupuk organik sangat
menguntungkan menejemen hotel, tanah dan tanaman menjadi subur, polusi bau menjadi
berkurang, biaya pembuangan limbah menjadi berkurang, serta hotel tersebut
mendapatkan penghargaan yang positif dari tamu karena kepeduliannya terhadap
lingkungan.
Penerapan Teknologi EM untuk mempercepat dan memudahkan proses daur ulang limbah organik hotel menjadi pupuk organik
sangatlah diperlukan. Tentu saja jika penerapan Teknologi EM dalam ekosistim
hotel bisa diterapkan secara luas, maka bukan saja lingkungan yang sehat, asri
dan bersih bisa didapatkan, tapi juga masyarakat pekerja hotel bisa menjadi
lebih sehat, tamu-tamu yang menginap dan berkunjung ke hotel bisa sehat dan
betah tinggal di hotel, serta lingkungan pariwisata secara keseluruhan menjadi
bersih, indah dan sehat.@
Forum Utama
Seriuskah Perhotelan Mengelola Limbahnya?
Penanganan limbah dalam kegiatan industri perhotelan, disinyalir
masih banyak yang belum memperhatikan syarat mutu limbah yang ditetapkan.,
ditandai dengan seringnya terjadi kasus pencemaran disekitar lingkungannya.
Dewasa
ini pemerintah telah berusaha meningkatkan pembangunan sektor pariwisata
sebagai salah satu sektor yang dapat diandalkan dalam perolehan devisa.
Selain
itu dunia pariwisata dapat memperluas kesempatan kerja dan berusaha mendorong
pembangunan daerah, peningkatan kegiatan ekonomi, memperkenalkan alam dan nilai
budaya yang menarik yang diminati wisatawan baik lokal maupun mancanagara.
Walhasil,
kebutuhan akan jasa perhotelan akan semakin meningkat. Dan perkembangan usaha
perhotelan akan sangat lengkap bila memberikan kenyamanan lingkungan baik di
dalam lingkup hotel sendiri maupun lingkungan disekitar hotel.
Di Indonesia terdapat
beberapa kasus yang timbul kepermukaan mengenai keluhan limbah hotel. Memang hotel
merupakan salah satu sarana akomodasi yang memiliki peran penting dalam
pariwisata. Keberadaannya sangat dibutuhkan. Namun tentunya, dalam pembangunan
hotel tersebut harus mengkuti prosedur yang benar.
Salah satu yang
menjadi pertimbangan diijinkannya operasional hotel disuatu daerah tertentu
adalah permasalahan pembuangan limbah dan tentunya juga sudah ada aturan
pemerintah mengenai tata cara pengelolaan limbah baik itu padat maupun cair.
Pembuangan limbah yang tidak benar bukan hanya menimbulkan kerugian bagi
lingkungan alam, tetapi juga berdampak pada lingkungan sosial sekitar tempat
hotel tersebut berada.
Kerusakan yang terjadi pada terumbu karang di
pantai Kuta Bali misalnya, sebagai salah satu kasus karena lemahnya kesadaran
serta pengawasan yang ada. Kurangnya fungsi kontrol dari semua lapisan, baik
itu masyarakat dan pemerintah. Masyarakat kurang teredukasi dengan baik untuk
dapat mengetahui bagaimana pencemaran lingkungan terjadi ataupun indikasi dari
pencemaran lingkungan itu sendiri, sehingga mereka kurang waspada terhadap
pencemaran yang dilakukan oleh oknum beberapa hotel yang berada di lingkungan tersebut..
Perlu diketahui, pencemaran
di laut bukan hanya akan berdampak pada terumbu karang saja. Tetapi berefek
pada manusia itu sendiri. Jika pencemaran lingkungan terjadi di air laut maka
yang terjadi adalah ikan yang berada di perairan tersebut ikut terkena
dampaknya. Beberapa biota laut yang hidup di lingkungan air tersebut tidak bisa
menguraikan limbah kimia yang dibuang ke laut. Kemudian ikan tersebut dikonsumsi
oleh manusia maka dampak yang timbul kemudian adalah kesehatan manusia.
Pembangunan hotel
seharusnya juga disertakan dengan pembangunan IPAL (Instalasi Pembuangan Air
Limbah). Limbah yang paling banyak di hasilkan oleh hotel adalah limbah cair
yang kemudian disusul dengan limbah padat dan lainnya. Limbah cair yang dihasilkan
hotel dapat merusak lingkungan jika dibuang begitu saja.
Pengolahan air limbah pada
umumnya dilakukan dengan menggunakan metode biologi. Metode ini merupakan
metode yang paling efektif dibandingkan dengan metode kimia dan fisika. Proses pengolahan limbah dengan metode biologi (bakteri
pengurai) adalah metode yang memanfaatkan mikroorganisme sebagai katalis untuk
menguraikan material yang terkandung di dalam air limbah.
Mikroorganisme sendiri selain
menguraikan dan menghilangkan kandungan material, juga menjadikan material yang
terurai tadi sebagai tempat berkembang biaknya. Metode pengolahan lumpur aktif
(activated sludge) adalah merupakan proses pengolahan air limbah yang
memanfaatkan proses mikroorganisme tersebut.
Dalam pengolahan air limbah itu
sendiri, terdapat beberapa parameter kualitas yang digunakan. Parameter
kualitas air limbah dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu parameter organik,
karakteristik fisik, dan kontaminan spesifik. Parameter organik merupakan
ukuran jumlah zat organik yang terdapat dalam limbah. Parameter ini terdiri
dari total organic carbon(TOC), chemical oxygen demand (COD), biochemical oxygen demand (BOD), minyak dan lemak (O&G), dan total petrolum hydrocarbons (TPH). Karakteristik fisik dalam air
limbah dapat dilihat dari parameter total
suspended solids (TSS), pH,
temperatur, warna, bau, dan potensial reduksi. Sedangkan kontaminan spesifik
dalam air limbah dapat berupa senyawa organik atau inorganik.
Dengan cara tersebut maka bisa
didapatkan air bersih kembali yang dapat digunakan untuk keperluan lainnya,
seperti untuk menyiram tanaman sehingga tidak perlu lagi mengambil cadangan air
tanah yang ada. Hal ini menjadi efektif dan ramah lingkungan, roda perekonomian
dapat berjalan dengan serta lingkungan juga terjaga dengan baik. (A)
Forum EM1
Kacang Dua Kelinci
Kelola Limbahnya
Untuk Masyarakat Sekitar
Proses pengolahan kacang kulit menghasilkan
limbah tanah dan limbah organik. Limbah ini dikembalikan dan disebarkan ke
tanah dengan cara yang sesuai dengan standar pengolahan limbah dengan sarana
IPAL yang memadai sehingga tidak membahayakan
dan tetap bermanfaat bagi masyarakat sekitar terutama dunia pertanian.
‘’Kita berencana membuat pupuk bokashi dari limbah kacang, jagung tepung dan lain-lain yang di fermentasi dengan EM4 sehingga dapat dimanfaatkan untuk dunia pertanian di sekitar perusahaan,’’kata Chief Engginering PT. Kacang Dua Kelinci, Bronto.
‘’Kita berencana membuat pupuk bokashi dari limbah kacang, jagung tepung dan lain-lain yang di fermentasi dengan EM4 sehingga dapat dimanfaatkan untuk dunia pertanian di sekitar perusahaan,’’kata Chief Engginering PT. Kacang Dua Kelinci, Bronto.
Sekarang ini, PT Kacang Kelinci sedang konsen
dengan pengolahn limbah agar tidak mencemari lingkungan serta tidak berbau .
Karena produksi semakin meningkat otomatis limbah yang dihasilkan semakin
banyak sehingga pengolahan limbah menjadi serius. Karena itulah PT. kacang Dua
kelinci mengundang tim ahli PT.
Songgolangit untuk menerapkan teknologi EM4 sehingga menghasilkan khualitas
limbah yang diharapkan.
‘’Kamu sebenarnya sudah mengetahui teknologi EM4
sudah cukup lama dank arena lvolume limbah semakin meningkat, sehingga kamu
perlu mengetahui penerapan teknologi EM4 secara benar, ‘’katanya.
Memang untuk
pengolahan limbah, dosis yang dibutuhkan sekurang-kurangnya 1 : 1 : 18 (EM4 +
Molase + air bersih / air kelapa) secara merata kemudian fermentasi selama 3-7
hari, lalu tuangkan pada limbah secara kontinyu sesuai dengan debit air limbah
masuk (inlet), kemudian diberikan perlakuan mekanis dengan aerator/blower
sederhana. Untuk memperoleh hasil yang bagus, penambahan larutan EM4 dapat
dilakukan setiap hari.
Sedang manfaat teknologi
EM4 dapat menghilangkan bau yang tidak sedap
karena EM mampu menangkap H2S
dan NH3 mengubahnya menjadi senyawa yang tidak berbau dan mempercepat proses penguraian lemak yang terkumpul di “grease trap”
sehingga larut bersama air limbah.
EM4 juga mampu menurunkan kadar BOD dan COD. sSehingga air
limbah yang telah diolah dapat dimanfaatkan atau dialirkan ke sungai.Teknologi EM merupakan salah satu inovasi untuk membantu
efisiensi kerja IPAL dengan mengurangi pemakaian tenaga yang tidak perlu
dalam pengolahan air limbah.
Setiap tiga bulan sekali, PT. Dua Kelinci sebagai sponsor resmi Real Madrid di Indonesia ini,
selalu dikunjungi oleh instansi yang berwenang akan menguji lokasi di mana
sedimen tanah dari kolam filtrasi disebarkan. Hal ini dilakukan untuk
memastikan bahwa sedimen tersebut tidak berbahaya bagi tanah dan sumber air
tanah.
Dua Kelinci yang menjadi salah satu produsen makanan ringan terbaik di Indonesia
juga menargetkan untuk mengurangi sedapat mungkin semua bentuk limbah dari
proses pengemasan dan operasional kantor dengan membudayakan “kantor dengan
lebih sedikit kertas”, memperbaiki proses kerja, serta pelatihan karyawan.(A)
Forum EM
Pengolahan Limbah Hotel Dengan EM4
Pengolahan limbah dengan
teknologi EM4 merupakan cara pengolahan limbah secara biologis, yaitu melalui
proses fermentasi. Cara ini memberikan kesempatan mikroorganisme efektif untuk
aktif dan berkembangbiak lebih banyak sehingga dapat bekerja dengan efisien dan
optimal sebelum dituangkan ke IPAl
Campurkan EM4 + Molase + air bersih / air kelapa (1 : 1 : 18) secara merata kemudian fermentasi selama 3-7 hari, lalu tuangkan pada limbah secara kontinyu sesuai dengan debit air limbah masuk (inlet), kemudian diberikan perlakuan mekanis dengan aerator/blower sederhana. Untuk memperoleh hasil yang bagus, penambahan larutan EM4 dapat dilakukan setiap hari.
Inilah kegiatan sehari-hari hotel yang mengolah limbahnya secara
mandiri menggunakan teknologi EM4 seperti Hotel Aston Nusa Dua dan Hotel Aston
Kuta Bali, Alam Kulkul Kuta Bali, Hotel
Santika Kuta Bali, Risata Hotel Kuta Bali, Bali Garden Hotel, Plaza Senayan
Jakarta dan lain-lain.
Memang,
limbah
merupakan suatu permasalahan yang sering dihadapi oleh sektor pariwisata
(hotel, restoran, spa), kesehatan (rumah sakit), industri maupun rumah tangga.
Limbah tersebut berasal dari pembuangan air kotor kamar mandi, dapur,laundry yang berupa campuran bahan organik
terdiri atas nitrogen, karbohidrat, lemak dan protein yang bersifat tidak tetap
dan menjadi busuk (berbau). Selain itu, juga mengandung bakteri yang bersifat pathogen sehingga membahayakan kesehatan
manusia, menimbulkan kerusakan lingkungan dan merusak keindahan (estetika).
Sifat-sifat inilah yang membuat
perlunya penanganan limbah agar tidak mengganggu kenyamanan para penghuninya. Bayangkan
jika dalam satu area hotel dengan jumlah kamar mencapai 300 ( satu kamar
rata-rata 2 orang ), kira-kira kapasitas limbah yang akan dihasilkan akan
mencapai 120.000 liter ( 120 meter kubik ) limbah hydrolis per hari, belum
termasuk limbah yang dihasilkan oleh karyawan, restaurant, laundry dan
fasilitas umum lainnya.
Pengolahan
air limbah ditujukan untuk mengurangi kandungan bahan pencemar di dalam air.
Seperti senyawa organik padatan tersuspensi dan mikroba pathogen. Proses pengolahan air
limbah dilakukan sampai batas tertentu sehingga air limbah tidak mencemarkan
lingkungan hidup.
Berbagai kendala
masih menghadang pihak industri dalam upaya melakukan pengolahan air limbahnya
agar sesuai dengan ketentuan baku mutu. Kendala-kendala tersebut antara lain
(persepsi tingginya) biaya yang harus ditanggung, baik biaya pembangunan
instalasi pengolahan air limbah (IPAL) maupun biaya operasional, ketersediaan
lahan yang sempit, faktor sumber daya manusia (SDM) yang tidak mencukupi dan
sebagainya. Biaya pengolahan air limbah yang tinggi bisa ditekan dengan
pemilihan teknologi pengolahan air limbah yang tepat. Salah satunya dengan
penggunaan Teknologi EM. Sedang manfaat teknologi
EM4 untuk penanganan limbah ini
1.
Menghilangkan bau yang tidak sedap karena EM
mampu menangkap H2S dan NH3
mengubahnya menjadi senyawa yang tidak berbau.
2. Mempercepat proses penguraian lemak yang
terkumpul di “grease trap” sehingga larut bersama air limbah.
3.
Menurunkan kadar BOD dan COD. Sehingga Air limbah
yang telah diolah dapat dimanfaatkan kembali untuk keperluan garden .
4.
Kamar mandi, toilet dan dapur menjadi lebih bersih
dan mudah dibersihkan.
5.
Pada system daur ulang limbah EM dapat membantu
menekan pertumbuhan jamur dan menjadikan kotoran menjadi lembut dan mudah
dibersihkan.
6.
Kamar mandi, toilet dan sinks di dapur serta taman
yang terkena pemakaian EM
akan terjaga dari jamur dan bakteri yang merugikan.
7.
Tidak merusak lingkungan, aman bagi manusia, hewan
dan tanaman.
Teknologi
EM merupakan salah satu inovasi untuk membantu efisiensi kerja IPAL dengan
mengurangi pemakaian tenaga yang tidak perlu dalam pengolahan air limbah.
Pemakaian teknologi ini secara teratur merupakan keharusan untuk memastikan
keseimbangan biologis di dalam IPAL. EM efektif digunakan pada saat aliran
hidrolik dalam keadaan minimum, biasanya malam hari. Frekuensi dan dosis
pemakaian tergantung dari model IPAL yang digunakan.***
Forum Usaha
Budidaya Puyuh Yang Menjanjikan
Dengan modal kecil dan lahan yang sempit, budidaya burung
puyuh, dapat memberikan keuntungan. .Apalagi jika dipadukan dengan teknologi
EM4, yang menjadikan ternak puyuh lebih sehat, napsu makan bertambah, tidak
mudah stress, rajin bertelur, kotorannya tidak berbau dan lebih kering serta
dagingnya lebih gurih.
Inilah kesan Sutoro pemilik Tri Berkah Quail Farm di
kampung Buniaga, Desa Ciherang, Kec. Pacet Cianjur Jawa Barat yang aktif
menggunakan EM4 untuk menjaga kesehatan ternaknya.
Menurut perhitungan kasar, burung puyuh dapat bertelur
setiap hari hingga 80%, jika memelihara puyuh 1000 ekor, berarti 1000 x 85%
menjadi 800 butir. Jika 1 butir harga terendah Rp. 185 saja itu menghasilkan
148.000/hari. Sedang untuk pakan hanya membutuhkan 20 kg/hari. Kalau harga
pakan Rp.3500 jadi perhari 70 ribu ditambah obat-obatan dan probiotik (EM4) dan
lain-lain Rp. 30 ribu, masih sisa keuntungan bersih 85 ribu x 30 hari jadi perbulan
Rp.2.55000/bulan.
Bagaimana kalau memelihara 2000 ekor atau 3000, atau 5000
ekor atau lebih tentu banyak lagi
untungnya. Hal ini diamini oleh, Slamet Wuryadi R yang menjadi konsultan serta
supplier telur puyuh dan aktif di organisasi Asosiasi Peternak Puyuh Indonesia
(APPI) bahwa,budidaya puyuh sangat menguntungkan, karena untuk memulai beternak
puyuh tidak diperlukan modal besar dan lahan yang luas.
Kemudian jika memelihara Ayam dan itik, baru mulai bertelur
setelah berumur sekitar enam bulan sedangkan puyuh sudah mulai bertelur pada
umur 45 hari. Dan harga telur puyuh di pasaran selalu tinggi dibandingkan
dengan biaya produksi. Karena itu, belum pernah terjadi kisah seperti peternak
unggas yang rugi akibat harga jual telur puyuh yang rendah.
Untuk menjaga kesehatannya, pakar per-puyuh-an, Slamet
menuturkan bahwa puyuh termasuk unggas yang tidak mudah terserang penyakit.
Persentase kematian puyuh lebih banyak disebabkan cuaca yang dingin atau akibat
terjatuh dari kandang. Untuk mencegah tingkat kematian yang tinggi pda puyuh,
diperlukan beberapa perawatan kesehatan. Pertama menjaga kebersihan kandang,
peralatan dan pakan.
’’Untuk mencegah timbulnya penyakit, lingkungan sekitar
puyuh harus di jaga kebersihannya. Terutama kebersihan kandang, tempat pakan
dan tempat minum serta peralatan dan perlengkapan. Begitu juga dengan pakan
yang diberikan harus bebas dari hama,
kuman, cendawan dan bahan toksin lainnya,’’kataya.
Untuk kebersihan kandang, setiap hari kandang disemprotkan
dengan EM4 dengan dosis, 10 cc EM4 ditambah dengan 1 liter air. Begitu juga
untuk memperbaiki pencernakan puyuh, 1 kilogram pakan di campur dengan 10 cc
EM4, Sedang untuk air minumnya 1 liter air dicampur hanya 1/4 cc EM4
Tujuan pemberian EM4 pada ternak ini ini dimaksudkan untuk
mencegah bau tidak sedap pada kandang dan tempat pembuangan kotoran ternak,
menekan atau mengurangi perkembangan lalat dan serangga ternak, mengurangi
stress, memperbaiki mutu daging ternak, mengurangi jumlah kematian ternak dan
lain-lain.
Dan yang tak kalah
penting juga harus sering mengontrol kesehatan puyuh. Jika ada yang kelihatan
sakit segera dikarantina untuk diberikan pengobatan sesuai petunjuk dari dokter
hewan atau penyuluh dari dinas peternakan. Kemudian memberikan vaksinasi sesuai
aturan selama putuh itu hidup.
Menurut Slamet, puyuh sangat potensial dikembangkan untuk
diambil telur atau dagingnya. Diantara semua jenis unggas petelur, ternyata
puyuh termasuk unggas penghasil telur terbesar kedua setelah ayam ras petelur
Jenis Unggas Produksi
Telur (butir/tahun)
1. Ayam Petelur 300 – 360
2. Puyuh
250 – 300
3. Itik
200 – 270
4. Ayam Boiler 190 – 200
5. Kalkun
220
6. Angsa
100
7. Merpati
50
Daging puyuh pun sebenarnya banyak diminti masyarakat,
namun biasanya daging puyuh dijual dengan nama burung dara. Rasanya yang gurih
dan tidak banyak memiliki lemak membuat daging puyuh digemari banyak orang.(A)
EM Coner Jawa Tengah
Lele Organik
dari Gunung Kidul
Pakan Daun-Daunan
Tingginya pakan
lele banyak petani yang enggan membudidaya lele, pasalnya modal besar tapi
keuntungan sedikit bahkan rugi. Tapi bagi masyarakat Gunung Kidul tak kehabisan
akal, modal besar budidaya lele menjadi lebih ringan bahkan bisa mengurangi
biaya pakan hingga 50 persen.
Adalah Sugiatno kepala Dusun Kedungdowo Wetan, Desa Pampang,
Kecamatan Paliyan, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta yang mensiasati tingginya
kebutuhan pakan lele dengan memberikan pakan tambahan yang mudah didapat berupa
daun-daunan.
Tanpa
meninggalkan pakan pabrikan, lele yang diberi daun-daunan ini tumbuh besar dan sehat, hingga panen 60 hari atau 2 bulan. “Jadi ini trobosan baru dalam dunia perlelean,
dalam memberikan hasil keuntungan yang lumayan. Keengganan masyarakat membudidaya
lele karena biaya pakan yang sangat tinggi namun dengan teknologi pemberian
pakan plus pemberian Em4 dalam menjaga
kesehatannya, masyarakat akan sangat tertarik membudidaya ikan lele,’’kata
Kepala Desa itu yang sering memberikan presentasinya kepada kelompok-kelopmpok
peternak ikan di daerahnya..
Komposisi
pemberian pakan adalah 50% pakan pabrik dan 50% dedaunan. Walau awalnya
coba-coba tetapi Sugiatno juga melakukan
riset atau pengamatan tentang prilaku lele yang tertarik makanan apa saja jika
sedang lapar, karena lele juga menyukai dedaunan, maka dicobanya dengan menanam
kangkung liar di atas kolam tersebut. Dan ternyata, lele yang sudah berusia 2
minggu ini memakani kangkung teresbut. Hingga lele suka makan daun-daunan,
barulah Sugiatno memilih daun-daunan yang memiliki kandungan protein nabati
yang tinggi.
Bahan baku tersebut dia peroleh
dari sekitar rumahnya seperti daun turi dan lemtoro atau pete cina. Dari hasil
risetnya daun turi dan lemtoro mengandung nabati 27,6 persen dan lemtoro
mengandung nabati 36, 5% pakan tambahan daun-daunan.
Pakan
daun-daunan diberikan ketika lele berumur 2 minggu. Sebelumnya daun turi
dijemur selama satu hari, setelah itu diremasas-remas menjadi kecil-kecil dan kemudian
barulah diberikan sedikit demi sedikit pada lele, setelah lele mau memakan
daun-daunan baru lah diberikan secara rutin. Tak hanya daun turi, daun yang
lainpun diberikan. Hampir semua jenis dedaunan yang ada di kampong bisa
dijadikan pakan lele. Antara lain, daun papaya, singkong, kangkung, lemtoro dan
lain-lain.
Dalam sehari,
setiap 6000 ekor lele hanya diberi pelet 4 kg yang diberi EM4 sebanyak 10 cc.
Pelet diberikan pagi hari (jam 8.00 – 9.00) Pelet diberikan pagi hari (8.00 –
900 ) sebanyak 1 kg, sekedar untuk bergerak. Kemudian pada siang hari lele baru
diberikan daun-daunan. Pemberian pakan pelet diulang pada malam hari (jam 10
malam) sebanyak 3 kg untuk memberikan tambahan energi menghadapi suhu
lingkungan yang mulai turun.
Lele yang diberi
pakan daun-daunan memang cenderung kecil ukurannya dibandingkan lele yang
diberi pakan, tapi dagiungnya lebih keras dan berat. Bahkan rasanya lebih
nikmat dari fisiknya akan kelihatan lebih bersih. Tak heran jika lele ukuran 8
– 10 untuk tingkat petani harganya lebih
mahal ke timbang lele yang diproduksi yang biasa. ‘’Ini lele organik dan harga
jualnya cukup tinggi.’’katanya.
Tak hanya itu,
dengan aplikasi EM4 pada kolam seminggu sekali, kolam tidak berbau.’’Kadang sisa kotoran yang ada
di kolam saya pergunakan untuk pupuk tanaman’’, katanya
Keberhasilan Sugiatno
dalam budidaya lele ini bermula pada tahun 2007, kala itu dia mencoba budidaya
lele saat musim hujan di kolam tanah berukuran 4 x 15 m2. Benih lele yang
digunakan berukuran 5 – 7 cm dengan padat 3000 ekor. Namun pada tebaran pertama
ini kematian benih hingga 30%. Namun
karena kegigihannya, sugianto masih bisa memanan lele ukuran 8-9 ekor /kg
hingga mencapai 2,5 kuinta pada usia 9
minggu. Keberhasilan ini selanjutnya menjadi pemicu Sugianto untuk serius
menekuni usaha budidaya lele.
Selang beberapa
tahun kemudian pekarangan rumah Segiatno telah berubah menjadi kolam lele yang
jumlahnya sekarang ini mencapai 6- kolam. ‘’ Permintaan lele terus bertambah,
untuk pasar local saja permintaan terus bertambah katanya
Kini bersama Kelompok
Pembudidaya Ikan Mina Agung, Sugiantno ingin menggerakkan masyarakat
disekitarnya untuk membudidaya lele. (A)
Langganan:
Postingan (Atom)






