Tampilkan postingan dengan label Edisi X. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Edisi X. Tampilkan semua postingan
Minggu, 05 Februari 2012
Salam Redaksi Edisi X
Tanaman
Hias
Antara
Hobi dan Peluang Usaha
Di kota-kota besar, seperti Jakarta,
Bandung, Surabaya,
dan lain-lain prospek bisnis tanaman hias sangat cerah. Apalagi program
penghijauan sedang gencar digalakan. Apalagi sekarang ini, banyak warga
yang sadar akan pentingnya lingkungan
yang hijau dan asri, walhasil, sudah banyak masyarakat kota menata halaman rumahnya dengan tanaman
hias supaya kelihatan indah dan hijau nan asri.
Begitu juga penyewaan tanaman hias sudah menjadi trend.
Terutama untuk perkantoran, rumah sakit, bank, atau untuk acara tertentu.
Memang, bisnis tanaman hias tak ada matinya, usaha ini akan selalu cerah selagi penduduk bumi ini cinta terhadap
lingkungan yang asri. Pasalnya, tanaman hias sudah menjadi kebutuhan
harian untuk penyejuk hati dan penyegar pikiran. Karena itu, kebutuhan akan
tanaman hias terus peningkat apalagi dengan peningkatan pembangunan perumahan.
Tak hanya itu, hadirnya peluang usaha
persewaan tanaman hias, menjadi salah satu bukti peluang usaha ini
sangat menggiurkan. Peluang usaha ini muncul ketika sebagian pengelola kantor,
gedung serta ruang – ruang publik lainnya tidak sempat lagi untuk menghadirkan
suasana asri dan keindahan dalam ruangan mereka. Dengan adanya peluang usaha
tersebut, kini banyak orang yang menekuni bisnis persewaaan
tanaman hias.
Bagi yang memiliki keahlian dalam merawat berbagai macam
tanaman, tinggal menyediakan stok tanaman hias yang cukup serta memiliki
beraneka jenis dan ukuran. Karena dalam bisnis ini tidak semua konsumen memiliki
permintaan pesanan yang sama.
Jasa persewaan tanaman hias juga biasa digunakan untuk
event – event tertentu. Biasanya pemilik event organizer juga akan menggunakan jasa
tersebut jika mengadakan acara – acara tertentu, misalnya saja pada saat
seminar, acara pesta pernikahan, serta acara lain yang membutuhkan hiasan
ruangan.
Tak heran bisnis tanaman hias
ini, tak hanya dilakukan oleh nurseri besar dan
gerai tanaman hias pinggir jalan tetapi pedagang kaki limapun ikut
bisnis ini. Apalagi, tanaman hias termasuk komoditas hobi yang pasti banyak
diburu orang, dan kadang-kadang tanpa memperdulikan harganya. Keberhasilan
usaha tanaman hias memang membutuhkan kemampuan dalam budidaya dan pemasaran.
Budidaya yang efisien dan tehnik penjualan
yang tepat akan memberikan keuntungan yang
baik.
Nah, hobi atau kegemaran pada titik tertentu, bisa berubah
menjadi bisnis yang menarik dan menjadi komoditas yang bisa diperjual belikan Tapi, perlu diperhitungkan berbisnis tanaman hias tidak
selalu untung .Banyak pengusaha tanaman hias yang gulung tikar karena kurangnya
faktor penunjang. Mereka hanya memikirkan keuntungan saja, tanpa pemahaman
keseriusan menjalani bisnis tersebut.
Berbisnis tanaman hias tidak
jauh berbeda dengan bisnis lainnya.
Persiapan yangg matang, modal dan keseriusan usaha merupakan titik awal berbisnis.
Persiapan yangg matang, modal dan keseriusan usaha merupakan titik awal berbisnis.
Selain naluri bisnis, pelaku
bisnis harus menyukai tanaman. Karena tanaman termasuk mahluk hidup, maka
resiko kegagalan paling besar adalah rusak atau mati. Cara perawatan yang tepat
merupakan kunci utamanya. Bioteknologi yang sekarang sedang berkembang luas
sekarang ini, bisa menjadi alternative bagaimana merawat tanaman hias agar
lebih subur dan tidak mudah terserang penyakit. (A)
Coloum Pak Oles Edisi X
TANAMAN HIAS
SEBAGAI PRODUK SENI DAN BISNIS
Tanaman hias dikenal sejak manusia modern membutuhkan hiburan
untuk memberikan ketenangan dan kesejukan jiwa.
Setelah manusia merasa cukup makan, dia juga membutuhkan makanan jiwa,
yaitu tanaman hias, yang bisa memberikan keindahan dari bunga, daun, batang
atau akarnya. Tanaman hias bukan saja
indah saat dipandang, tapi juga pemiliknya bisa merasakan keindahannya pada
saat merawatnya. Pemiliknya juga
merasakan kegembiraan saat dia bercerita tentang sejarah memperolehnya, kapan
dan dimana didapat, bagaimana menyilangkannya antar spesies tanaman sehingga
menghasilkan jenis baru yang lebih menarik.
Tanaman hias menjadi lebih menarik karena harganya yang mahal dan
langka, sampai dilelang berapa pun si pemilik tak bersedia menjualnya. Dengan topik tanaman hias ditulislah buku, majalah atau tabloid yang
membahas tentang profil, jenis, cara budidaya dan pernak-pernik tanaman
hias. Berkat tanaman hias ekonomi
berputar cepat, hubungan sosial menjadi semakin akrab, budaya hidup bersih,
indah dan lestari tercipta.
Pada awalnya tanaman hias adalah
tanaman liar yang memiliki keindahan atau keunikan tersendiri. Asalnya tanaman hias tumbuh di tebing, di
kali, di hutan, di rawa-rawa, di gurun pasir, di danau atau di air payau. Kemudian ada orang yang pulang membawa
tanaman hias tersebut dan menanamnya di rumah.
Selanjutnya tanaman liar tersebut dikembangkan dan dipelihara oleh
banyak orang dan berubah namanya menjadi tanaman hias atau ornamental plant.
Media cetak dan elektronik
memberitakan dan memoles informasi tanaman hias dengan baik sehingga semakin
banyak orang menjadi tertarik dan penasaran untuk memilikinya. Pada saat tanaman hias tersebut langka,
harganya menjadi mahal, mencapai puluhan juta dan bisa mencapai ratusan juta
rupiah. Orang pun menjadi semakin
penasaran untuk memperbanyak dan melakukan bisnis jual-beli tanaman hias yang
harganya melangit. Pada saat tanaman
hias yang langka tersebut sudah banyak yang membudidayakan, maka nilai
kelangkaannya menjadi berkurang, sehingga harganya melorot dan anjlok, nyaris
tidak ada yang mau membeli.
Seni bisnis tanaman hias adalah
bagaimana menikmati dan merawat keindahan tanaman hias tersebut sebagai produk
seni yaitu : bagaimana menyeimbangkan informasi, persediaan barang, nilai ,
harga dan pemasaran tanaman hias sebagai produk bisnis yang menguntungkan;
bagaimana mencari, menyilangkan, memperbanyak tanaman hias; serta bagaimana
mengiinformasikan tanaman hias yang belum terkenal menjadi terkenal, ibarat
menginformasikan artis yang belum ngetop menjadi artis papan atas. Karena tanaman hias bersifat hobi dan populer,
maka rating kepopuleran suatu jenis tanaman hias bisa naik atau turun, bisa
dilupakan dan bisa diingat kembali beberapa tahun kemudian, ibarat roda berputar,
kadang-kadang di atas dan kadang-kadang di bawah.
Karena asal tanaman hias adalah dari
alam, yang selanjutnya dipaksa tumbuh dalam lingkungan terbatas dekat dengan
manusia, maka keindahan tanaman hias yang merupakan sifat liarnya akan muncul
jika diberikan pupuk organik, kompos, bokashi atau humus. Pemeliharaan tanaman hias secara organik akan
menyehatkan tanaman, memperindah penampilan tanaman dan meningkatkan produksi
bunga, daun atau anakannya.
Pemakaian pestisida kimia dan pupuk
kimia pada budidaya tanaman hias hendaknya dikurangi, bahkan bisa tanpa
menggunakannya sama sekali. Penggunaan
pestisida organik dan pupuk organik sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatan,
penampilan dan produktivitas tanaman hias.
Penyiraman dengan air beras yang telah difermentasi dengan EM (
Effectivie Microorganisms), air kaldu dan bokashi cair dapat meningkatkan
ketersediaan nutrisi bagi perakaran tanaman.
Penggantian tanah dalam pot dan pupuk organik secara berkala dapat
menyuburkan tanaman hias. Perawatan
tanaman hias haruslah intensif, aktivitas yang dilakukan bukan saja merawat, memupuk dan menjaga
keindahannya, tapi harus juga menempatkannya sesuai dengan kebutuhan cahayanya. Untuk tanaman yang berada di dalam ruangan
perlu dilakukan penataan tanaman dan penempatan pot yang sesuai dengan situasi
ruangan suasana hati penikmat seni tanaman hias. Dengan tanaman hias manusia bisa menikmati
hidupnya lebih dekat dengan alam dan juga menjadi lebih dekat dengan Tuhannya.@
Forum Utama Edisi X
Tanaman Hias Diburu Masyarakat
Salah seorang penjual dan pemilik usaha tanaman hias yang
membuka usahanya di Juanda Depok Jawa Barat, mengaku akhir-akhir ini, banyak kebanjiran order tanaman hias baik dari pengembang perumahan yang terus
menjamur juga dari masyarakat yang mencari tanaman hias untuk ditanam di
pekarangan rumahnya.
Memang, berbagai jenis tanaman banyak diburu masyarakat,
terutama jenis-jenis cemara, sikas, anggrek,
adenium, sansevieria, aglaonema, anthurium, philodendron, bonsai dan
beberapa bunga cantik lainnya. Meski harganya lumayan mahal, namun itu tidak
membuat masyarakat enggan untuk membeli tanaman tersebut.
Situasi ini tentu sangat
menggembirakan bagi dunia tanaman hias di Indonesia. Apalagi, sekarang ini, penghijauan menjadi sangat penting untuk mengurangi
pemanasan global.Karena itu, menghijaukan rumah dan pekarangan sangat
bermanfaat apalagi dilakukan karena hobi. Demi hobi seseorang rela merogoh
kocek jutaan rupiah untuk sebuah tanaman hias. Ada kepuasan batin yang tak bisa dinilai
secara materi.
Saat ini, merawat tanaman hias sudah tidak terlalu sulit.
Sebab, banyak sekali buku-buku, artikel bahkan ahli-ahli tanaman yang siap
diajak konsultasi. Jika dulu tanaman hias hanya dijadikan sebagai barang yang
diperjualbelikan saja, Sekarang konsumen lebih suka membeli anakan tanaman
kemudian merawatnya dan membentuk tanaman hias hingga besar.
Merawat tanaman hias
dari kecil hingga besar itulah seni nya, dan menjadi hobi bagi sebagian
orang. Dengan banyaknya panduan-panduan perawatan tanaman hias menjadi mudah.
Umumnya tanaman hias yang bentuknya
menarik dan variasiatif yang sangat banyak membuat orang berlomba untuk
menjadikan tanaman hias sebagai media penyalur hobi.
Secara psikologis, para pecinta
tanaman hias, diyakini dapat membuat para pemilik rumahnya lebih tenang dan
nyaman. Bagi orang-orang yang memiliki hobi dalam merawat tanaman hias,
informasi tentang tanaman hias ini sangatlah berarti, karena dengan
bertambahnya pengetahuan yang mereka miliki, tentu bertambah juga kreasi bentuk
dan ragam yang dapat mereka ciptakan dalam memberikan informasi tanaman hias.
Jadi bagi orang-orang yang memiliki hobi merawat tanaman hias sekarang ini
tidak perlu takut ketinggalan informasi dan pengetahuan tentang perawatan
tanaman hias yang baik.
Memang trend tanaman hias terus berubah, tergantung musim
dan jenis tanaman karenanya, selain mempercantik ruangan dan sedap dipandang
mata, beberapa tanaman hias memiliki manfaat dan khasiat yang luar
biasa.sensievera atau disebutlidah mertua misalnya, jenis tanaman ini masih
banyak diminati. Tanaman yang memiliki varian beragam ini tidak hanya menebar
pesona karena keindahannya tapi juga memiliki daya tarik dan manfaat yang luar
biasa. Beberapa hasil penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat tanaman
sensievera mampu menangkap polutan-polutan berbahaya bagi kesehatan manusia di
udara.
Apabila tidak memiliki halaman yang cukup luas untuk
menanam pepohonan, alternatif yang bisa dipilih yaitu bertanam dalam pot
atau drum. Cara menanam ini tidak
membutuhkan banyak tempat dan perawatan nya pun cukup mudah, hanya perlu
menyiramnya setiap hari, memberi pupuk dan mengganti medianya setiap 6 bulan
sekali.
Namun, apabila di rumah tidak memiliki lahan bertanam,
beragam jenis tanaman hias, salah satu
cara agar tetap dapat menanam adalah dengan meletakkan tanaman hias tersebut di
teras depan atau belakang, samping rumah, bawah jendela atau yang paling
ekstrim dengan menempel di dinding dan menggantungnya.
Tanaman-tanaman hias tersebut, selain memberi kontribusi oksigen
ke lingkungan, tanaman hias mampu memperindah sudut pandang rumah.
Banyak hal yang bisa dilakukan
sebagai warga bumi untuk turut berperan serta mengatasi peristiwa Pemanasan
Global (Global Warming) dan Perubahan Iklim (Climate Change) yang sedang dialami
Bumi, dimulai dari hal-hal kecil yang dapat dilakukan oleh semua orang dari
rumah masing-masing dengan menghijaukan lingkungan ( Go Green )
Ayo mulai tanam pohon di
halaman rumah. Pohon-pohon yang di tanam di halaman rumah sekecil apa pun
halamannya, sudah pasti akan berperan untuk menetralisir CO2 di udara sekaligus
menyegarkan dan menyehatkan. Jadi jangan ragu untuk mulai menanam pohon dan
terus tambah koleksi tanaman di halaman rumah. Mau tanaman hias, bunga, buah
atau apotik hidup, sayuran dan bumbu dapur tidak masalah. Dan jika sebagian
besar warga bumi melakukannya, akan memberikan manfaat yang sangat signifikan
untuk mereduksi CO2 di udara dan pada akhirnya pemanasan global pun dapat
diredam.
Sekarang
ini sudah ada beberapa warga yang mengembangkan tanaman buah dalam pot . Selain
teknologinya mudah, apabila kebiasaan mengembangkan tabulapot ini dapat menjadi
gerakan bersama, maka selain menambah hijaunya lahan berkarang, juga akan terus
menyediakan sumber vitamin dari hasil buahnya. Tabulapot juga tidak memakan
tempat dan cocok dikembangkan dilingkungan padat penduduk.
Bahkan pohon
buah seperti rambutan, mangga, belimbing dan sebagainya yang ditanam dalam pot
(tabulampot) memiliki keindakan dan menghadirkan kebanggaan tersendiri apabila
menghasilkan buah.(A)
Forum EM Edisi X
Memupuk Tanaman Hias Ala EM4
Saat ini pupuk
organic semkin banyak digunakan untuk memelihara tanaman hias karena ramah
lingkungan., murah dan mudah di dapat
serta bisa dibuat sendiri. Tak hanya masyarakat biasa saja yang
menggunakan pupuk organic, para pedagang tanaman juga menggunakan pupuk organic
yang difermetasi dengan EM4.
Pupuk organic
bisa dibuat sendiri karena caranya relative mudah apalagi dengan teknologi
fermetasi dengan EM4, hanya butuh waktu 4 – 7 hari pupuk organic sudah bias
diaplikasikan ke media tanaman. Kelebihan lain dari pupuk organic untuk tanaman
hias adalah, kadar unsure hara telah disesuaikan dengan kebutuhan tanaman serta
pemakaiannya relative efisien dan efektif serta memperbaiki sifat fisik dan
biologi tanah dipekarangan rumah.
Aplikasi pupuk
organik atau bokashi dengan EM4 itu sangat bagus sekali karena kelengkapan
unsure hara dan mineralnya. Bokashi cair dapat memberikan warna daun lebih dan
dan dapat mempercepat proses pembungahan.
Penggunaan
bokashi cair pada tanaman hias terutama aglaonema yang berwarna merah akan
menghasikan daun agaonema yang berkilau alami tanpa penambah zat lain.
Hal
ini diakui oleh Iwan Ahmad (30) pedagang tanaman hias Gg. Mawar Kebagusan Raya,
media bokashi dan rutinitas memberikan bokashi cair pada tanaman hiasnya,
membuat tanaman lebih subur dan warna daunnya lebih berkilau.
Sekarang ini
Iwan mantap menggunakan EM4 terutama untuk penyiraman ke medium tanam yang
terdiri akar pakis, arang sekam dan
pupuk kandang. Dengan medium yang menggunakan EM4 cair ini, apa yang menjadi
harapan pria asal betawi ini menjadi kenyataan. Beberapa koleksinya laku keras
karena selain tumbuhannya subur, koleksi tanaman hiasnya itu cepat besar.
‘Kualitas
kontes’, begitu Iwan memanggilnya. Jenis-jenis yang dikembangkan Iwan seperti
antorium, aglonema, dan lain-lain serta
buah-buahan dalam pot (tabulampot) juga tumbuh sumbur dengan buah yang rimbun.
Bagi hobiies tanaman, mungkin tak akan melewatkan waktunya untuk
mengunjungi nursery Iwan ini. Pasalnya, harga yang ditawarkan Iwan tidak
mahal.’’ Ya standar-standar saja, pokoknya harga bisa diaturlah,’’katanya.
Baik
buah nangka, jeruk, jambu air, sawo dan lainnya tumbuh subur berkat, penggunakan pupuk cair EM4. ‘’Saya memang
tidak memberikan pupuk macam-macam agar tanaman pot berbuah lebat, cukup diberikan pupuk kandang
dan setiap seminggu sekali saya semprotkan dengan larutan EM4 yang sudah di
fermentasi. Dan hasilnya, tanaman menjadi lebih segar, rimbun dan kalau sudah
berbuah tidak mau berhenti,’’katanya.
Dengan
kondisi tanaman yang sehat dan banyak buahnya serta harganya murah, karuan
saja, Iwan banyak menerima orderan buah dengan skala besar.’’ Pohon Jambu Merah
sekarang ini banyak di cari orang, setelah sekarang ini musim penyakit demam
berdarah sehingga saya harus men-stok buah tersebut,’’jelasnya.
Iwan
juga mengaku, tidak suka menggunakan pupuk kimia seperti NPK, sebab tanah atau
medium tanam yang dipergunakannya sudah sangat subur dengan campuran pupuk
kandang. Apalagi ditambah dengan larutan EM4. Sehingga EM4 menjadi andalan Iwan agar tanaman potnya
lebih subur dan cepat berbuah. Untuk membuat pupuk cair EM4 juga tidak terlalu
sulit. Ia hanya menggunakan penampungan (drem) yang besar untuk
memfermentasinya.’’Selain irit penggunaannya, dengan fermentasi bisa dipakai berkali-kali
dan tidak memakan waktu banyak,’’katanya.
‘’Karena
tanaman subur dan cepat berbuah, banyak konsumen bertanya-tanya rahasia
pemupukan. Saya beritahukan, hanya
menggunakan pupuk kandang dan larutan EM4 cair yang sudah difermentasi.(A)
Cara Membuat Bokashi
1.BokashiPadat
Merupakan pupuk organic yang dibuat dari kotoran hewan, sampah, organic, jerami, sekam, serbuk kayu, serasah dan lain – lain, dicampur ( dedak, disiram, dengan EM4 dan Molase, selanjutnya difermentasi. Setelah difermentasi 1-2 minggu campuran bahan organic telah menjadi pupuk siap pakai, ditandai dengan adanya bau tape serta miselium putih dari cendawan mukor. Penggunaannya dibenamkan ke dalam tanah disekitar daerah perakaran tanaman. Pengaruh terhadap pertumbuhan tanaman akan lebih baik lagi bila disertai siraman EM-aktif setiap 1 – 2 minggu sekali.
Merupakan pupuk organic yang dibuat dari kotoran hewan, sampah, organic, jerami, sekam, serbuk kayu, serasah dan lain – lain, dicampur ( dedak, disiram, dengan EM4 dan Molase, selanjutnya difermentasi. Setelah difermentasi 1-2 minggu campuran bahan organic telah menjadi pupuk siap pakai, ditandai dengan adanya bau tape serta miselium putih dari cendawan mukor. Penggunaannya dibenamkan ke dalam tanah disekitar daerah perakaran tanaman. Pengaruh terhadap pertumbuhan tanaman akan lebih baik lagi bila disertai siraman EM-aktif setiap 1 – 2 minggu sekali.
2.BokashiCair
Dibuat dari kencing hewan ( sapi, kambing, kelinci dan ternak lainnya) diberi atau dicampu dengan EM4 dan molase difermentasi selama kurang lebih seminggu. Cara penggunaanya dicampur dengan air disiramkan ke tanah disekitar daerah perakaran. Sangat baik disiramkan diatas taburan bokashi. Penggunaan secara rutin selain memperbaiki fisik dan kimia tanah, dapat menekan berbagai pathogen secara efektif.
Dibuat dari kencing hewan ( sapi, kambing, kelinci dan ternak lainnya) diberi atau dicampu dengan EM4 dan molase difermentasi selama kurang lebih seminggu. Cara penggunaanya dicampur dengan air disiramkan ke tanah disekitar daerah perakaran. Sangat baik disiramkan diatas taburan bokashi. Penggunaan secara rutin selain memperbaiki fisik dan kimia tanah, dapat menekan berbagai pathogen secara efektif.
3.Fermentasi
Ektrak Tanaman
Formula ini lebih dikenal dengan nama fermented plant ekstrak (FPE) FPE dapat dibuat dari campuran berbagai tanaman rempah dan obat, tanaman yang berbau khas diambil daunnya saja, batang, kulit akar maupun buah. Bagian-bagian tanaman ini diektrak dan difermentasi dengan EM dan molase selama seminggu.
4.EM
Aktif
Dibuat
dari EM4 asli dan molase yang dicampur dengan air sampai mencapai 20 kali
kemudian difermentasi selama seminggu. Dalam pemanfaatannya diencerkan lagi
dengan air sampai mencapai konsentrasi 1-2 permil disemprotkan pada daun
tanaman atau disiramkan ke dalam tanah. FPE dapat dipergunakan sebagai
pengganti pestisida maupun fungisida, disemprotkan pada daun diatas tanah.
Setiap hama
biasanya peka terhadap ramuan tertentu. Meramu FPE merupakana seni tersendiri..
Banyak petani membuat ramuan sendiri untuk memberantas hamanya, tetapi Pak Oles
telah membuat ramuan siap pakai yang diberi nama SAFERTO-5 ( Sari Fermentasi
Tanaman Obat ) FPE disemprotkan pada tanaman secara berkesinambungan setiap 2
minggu. Karena pengaruh antioksidan dan bau yang khas, hama
tidak kerasan dan pergi meninggalkan tanaman dengan tidak akan ada eksplosi
dari hama.
5.Fermentasi
Sari buah
Pada musim buah-buahan yang terbuang Buah-buah yang telah masak ini banyak mengandung nutrisi. Buah ini dapat diolah menjadi pupuk cair disemprotkan pada daun setelah buah-buahan diekstrak dan difermentasi dengan EM dan Molase. Produksi yang serupa namun bahannya dari rumput laut, telah dibuat oleh pak Oles dengan merek dagang SARULA-3. Penyemprotan tanaman secara rutin dengan formula ini dapat memacu pertumbuhan tanaman, merangsang pembentukan bunga dan buah.
6.Fermentasi
Kaldu Ikan
Seperti halnya sari buah, kaldu ikan juga kaya akan nutrisi, kaldu ikan dapat dibuat menjadi pupuk cair disiramkan kedalam tanah untuk memperbaiki fisik, kimia, dan biologi tanah. Dalam pembuatannya ikan dipotong kecil-kecil direbus dan setelah kaldunya dingin difermentasi dengan air dan molase. Fermentasinya lebih lama sekitar 1 bulan. Fermented Fish Emulsion ini siap pakai bila telah tercium bau alcohol. Bila busuk berarti pembuatannya gagal karena terkontaminasi pathogen.
7.EM-5
EM-5 adalah campuran dari arak, cuka EM-4 molase dan air. Cara pembuatan dan pengemasannya dengan FPE. EM-5 ini adalah pestisida organik dengan teknologi EM untuk memberantas hama khusus untuk EM-5 dapat disimpan sampai 3 bulan asalkan tidak terkontaminasi pathogen.
EM-5 adalah campuran dari arak, cuka EM-4 molase dan air. Cara pembuatan dan pengemasannya dengan FPE. EM-5 ini adalah pestisida organik dengan teknologi EM untuk memberantas hama khusus untuk EM-5 dapat disimpan sampai 3 bulan asalkan tidak terkontaminasi pathogen.
Forum Usaha Edisi X
SRI Plus EM4 Tingkatkan Produksi Pertanian
PT. Songgolangit Persada terus melakukan inovasi dengan
mengembangkan proyek percontohan dipelbagai daerah di Indonesia, termasuk di Pemalang,
Jateng. Yang dikenal sebagai salah satu daerah sentra penghasil tanaman padi di
Indonesia.
Demplot padi dibuat
disalah satu lahan warga, tepatnya di Desa Kali Gelang, Pemalang. Jateng.
Sebagai komoditas dipilih varietas padi situ bagendit yang mempunyai umur tanam
110-120 hari, mempunyai rasa enak dengan potensi hasil 6,0 GKG (t/ha), sedangkan pola tanam yang
diterapkan menggunakan sistem penanaman Padi secara SRI tabela atau tabur benih
langsung.
“Melalui sistem ini,
petani bisa hemat benih hingga 70 %, petani cukup menyediakan benih 5 kg untuk
satu hektare, jauh lebih sedikit jika dibandingkan cara konvesional yang
membutuhkan benih padi kurang lebih hingga 20 Kg untuk satu hektar, keuntungan
berlebih akan didapatkan petani ”jelas
M. Zakky Husein dari PT, Songgolangit Persada
Sebelum penanaman, terlebih dahulu lahan diolah, bahan
organik disiapkan sebagai pupuk dasar, berupa pupuk kandang 10 000 kg/ha,
dedak/ bekatul 1000 kg, arang sekam padi 1000 kg dan jerami padi+rumput+
daun-daun 1000 kg, bahan organik untuk
asumsi 1 ha lahan.
Bahan-bahan organik selanjutnya di sebar merata pada petak
sawah, dengan terlebih dahulu di potong-potong dengan mesin pencahah agar mudah
terserap tanah. Sebelum dilakukan pembajakan, sawah dialirkan terlebih dahulu
dengan larutan EM4 fermentasi (Campuan bahan
2 liter EM4 + 2 Liter molase dan air bersih sebanyak 200 liter diaduk lalu difermentasi selama 4-7 hari.)
Larutan EM4 fermentasi serupa kembali dibuat dan dialirkan
ke lahan petak sawah pada pengolahan kedua yaitu saat penggaruan atau
pengemburan. Dilanjutkan dengan pembuatan alur tanam/lubang tanam dengan jarak
tanam 30cmx30. benih padi hasil peraman selama dua hari pada karung basah yang
sudah keluar calon akar lalu dimasukan ke lubang yang dibuat sebelumnya. Benih
yang ditanam hanya 1 benih kedalam satu lubang tanam
Penyemprotan pupuk Bokashi cair pada tanaman dilakukan
setelah 7 hari dari penanaman, dosis
larutan bokashi, 5-10cc EM4/liter air,
penyemprotan diulangi kembali ketika tanaman berumur 15 hari setelah
tanam (HST) dengan dosis 2lt EM-4/ha (dosis pelarutan 1 ltr/100 air
bersih). Hal tersebut juga dilakukan
saat padi berumur 30 dan antara 50-55 HST.
Penyiangan rumput dilakukan di seputar daerah tempat tumbuh
padi secara peridik dilakukan setelah tanaman berumur 10, 20, 30, 40, dan 50
HST. Untuk mengatasi Hama padi, pestisida
organic disemprotkan pada tanaman padi saat timbul gejala serangan hama.
Setelah panen, dari hasil pengamatan di lapang dtemukan
bahwa varietas padi Situ bagendit yang ditanam menggunakan sistem penanaman
Padi secara SRI tabela didukung pupuk cair EM-4 memiliki keunggulan dari padi
lokal (Ciherang) yang biasa ditanam oleh petani. Keunggulan tersebut terlihat
dari jumlah anakan dan gabah isi yang
berpengaruh terhadap hasil panen.
Vaietas padi Situ Bagendit yang ditanam didemplot EM4 mempunyai anakan lebih banyak, rata-rata
pertanaman 30-50 anakan, berbeda dengan
varietas Ciherang yang rata-rata 10-15 anakan pertanaman, selain itu,
presentasi gabah kosong lebih sedikit dibandingkan varietas ciherang yang bisa
mencapai sekitar 20%.
Sarmo Saputro selaku kepala Cabang
Jawa Tengah PT. Songgolanggit Persada. Yang datang ke Pemalang dan
menyaksikan pemanenan demplot EM4 terperangah dengan varietas Situ
bagendit yang ditanam.”Situ bangendit lebih unggul dari varietas lokal,
terlihat dari banyak jumlah anakan ,”ujar
pria berpenampilan low profil ini.
Penelitian akan terus lanjutan dan
diawasi oleh Tim Marketing EM4 dari Brebes, yang dikomandoi oleh Ananto selaku Marketing EM4 di Brebes.
Penelitian ini akan disupport oleh PT. SP cabang Janteng. Sedankan demplot padi
menggunakan metode penanaman padi SRI Murni dimana ada persemaian 5-7 hari,
sebelum tanam.(Dedi)
EM Coner Edisi X
Dengan EM4
Ternak Kambing Gemuk dan Sehat
Penggunaan Effektif Mikroorganisme (EM4) untuk
ternak kambing milik Muksin dari Desa
Beseran, kaliangkrik Magelang, Jawa Tengah,
membuat ternak kambingnya lebih sehat dan gemuk-gemuk. ‘’Perkembangan
tenak kambing saya cukup pesat setelah menggunakan EM4 untuk pakan yang telah difermentasi.’’kata nya.
Walhasil,
ternak kesayangannya itu, laris di ual karena perawakannya yang tinggi besar
dan gemuk. ‘’Dengan pakan berupa jerami yang difermentasi dengan menggunakan
EM4, saya bisa menjual ternak-ternak tersebut dengan harga yang tinggi,’’
jelasnya.
Memang Muksin
merupakan salah satu peternak yang
menggunakan EM4. Sebelum memakai pelopor probiotik ini, ternaknya tidak segemuk
seperti sekarang ini. Selain itu dengan menggunakan EM4, kandang kambing
menjadi tidak berbau.’’EM4 juga saya pergunakan untuk minum ternak sehingga
kotorannya tidak menyengat,’’katanya.
Setelah memakai EM4, Muksin merasakan betul
manfaatnya. Terutama soal pakan yang dirasanya menjadi ringan karena tidak
harus terus mencari pakan setiap hari.
Sebelum menggunakan EM4 kata Muksin, ternak sering
terkena penyakit seperti cacingan, mencret-mencret serta gatal-gatal. Karena
pengaruh bau kotoran sehingga mengundang hama
dan lalat untuk datang ke kandang tersebut. Namun sejak menggunakan EM4
beternak kambing menjadi sesuatu yang menyenangkan dan tidak memakan waktu
untuk pemberian pakan.
‘’Orang-orang di sini banyak yang beternak kambing
dan mereka sepertinya kewalahan mengurusinya karena harus mencari pakan setiap
hari dan biaya yang tinggi, sedang saya beternak kambing menjadi sesuatu yang
menyenangkan, tidak membutuhkan waktu
banyak untuk mencari pakan dan biaya produksi bisa ditekan. Kuncinya itu cukup dengan
menggunakan teknologi Effektif Mikroorganisme (EM4),’’katanya.
Sekarang ini Muksin memiliki 10 ekor kambing dengan
berbagai ukuran. Yang siap jual biasanya
yang lebih dari 3 bulan ke atas dengan bobot yang rata-rata diatas 40 kg. Dan
sekarang ini, permintaan ternak kambing cukup tinggi.
Selain menghasilkan kambing yang gemuk dan sehat,
keuntungan lain nilai kotorannya atau pupuk kandangnya juga sangat bagus
terutama untuk pemupukan sayuran seperti jagung, kacang, ubi dan
lain-lain.’’Inilah manfaat menggunakan EM4, selain menghasilkan kambing yang
gemuk dan sehar juga menghasilkan pupuk kandang berkualitas,’’katanya.. (A)
Jawa Timur
Sayur Organik Dicari Konsumen
Disamping
prospek sayuran organik yang cerah, dan karena bahan baku seperti limbah
pertanian dan pupuk kandang yang berlimpah, maka para petani di Desa Dulkali
Kedung Asri Banyuwangi Jawa Timur mulai
melirik EM4 sebagai bahan untuk membuat bokashi padat, cair dan pestisida
organik.’’Beberapa petani ini banyak
yang menggunakan teknologi EM4 dengan
hasil produksi yang cukup baik, karena itu saya memakai EM4, untuk mempermentasi bahan baku organik
tersebut’’kata Kata Yusup pemilik lahan kebun sayur dan juga kebun jeruk ini.
Yusup
memilih berkebun organik karena tertarik menggunakan Teknologi EM4 untuk
membuat bokashi padat, cair dan pestisida organik dengan harapan hasilnya lebih
maksimal.
Ketertarikan
Yusup dengan EM4 karena proses
fermentasi itu berlangsung cepat, sedang
kompos dengan cara konvensional memakan waktu lama. Apalagi dengan EM4
sekaligus dapat memperbaiki struktur kimia, dan fisik dn biologi tanah sehingga
tanah menjadi subur.
Yusup juga sadar
mengelola perkebunan secara organik
ini mengingat bahaya yang ditimbulkan
bahan kimia akibat teresidunya tanaman sayuran yang dikonsumsi secara terus
menerus. ‘’ Apalagi sekarang ini pasar sayuran organik sudah mulai
terbuka,’’jelasnya.
Pertanian
organik dinilai lebih menguntungkan, karena nilai jual produknya lebih tinggi
dibanding produk pertanian anorganik.
"Usaha pertanian organik memang lebih rumit dibanding anorganik, tetapi
produk pertanian organik memiliki nilai jual yang lebih tinggi," katanya.
Ia
menyebutkan keuntungan yang diperoleh dari pertanian organik lebih tinggi 15
hingga 20 persen dibandingkan dengan anorganik."Apalagi saat ini
permintaan terhadap produk pertanian organik cukup tinggi, bahkan kami sering
kewalahan memenuhi permintaan konsumen" jelasnya. (A)
Langganan:
Postingan (Atom)



