Tampilkan postingan dengan label Edisi X. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Edisi X. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Februari 2012

Cover Edisi X


Salam Redaksi Edisi X

Tanaman Hias
Antara Hobi dan Peluang Usaha

Di kota-kota besar, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan lain-lain prospek bisnis tanaman hias sangat cerah. Apalagi program penghijauan sedang gencar digalakan. Apalagi sekarang ini, banyak warga yang  sadar akan pentingnya lingkungan yang hijau dan asri, walhasil, sudah banyak masyarakat kota menata halaman rumahnya dengan tanaman hias supaya kelihatan indah dan hijau nan asri.
Begitu juga penyewaan tanaman hias sudah menjadi trend. Terutama untuk perkantoran, rumah sakit, bank, atau untuk acara tertentu. Memang, bisnis tanaman hias  tak ada matinya, usaha ini akan selalu  cerah selagi penduduk bumi ini cinta terhadap lingkungan yang asri. Pasalnya, tanaman hias sudah menjadi kebutuhan harian untuk penyejuk hati dan penyegar pikiran. Karena itu, kebutuhan akan tanaman hias terus  peningkat apalagi  dengan peningkatan pembangunan perumahan.
Tak hanya itu, hadirnya peluang usaha persewaan tanaman hias, menjadi salah satu bukti peluang usaha ini sangat menggiurkan. Peluang usaha ini muncul ketika sebagian pengelola kantor, gedung serta ruang – ruang publik lainnya tidak sempat lagi untuk menghadirkan suasana asri dan keindahan dalam ruangan mereka. Dengan adanya peluang usaha tersebut, kini banyak orang yang menekuni bisnis persewaaan tanaman hias.
Bagi yang memiliki keahlian dalam merawat berbagai macam tanaman, tinggal menyediakan stok tanaman hias yang cukup serta memiliki beraneka jenis dan ukuran. Karena dalam bisnis ini tidak semua konsumen memiliki permintaan pesanan yang sama.
Jasa persewaan tanaman hias juga biasa digunakan untuk event – event tertentu. Biasanya pemilik event organizer juga akan menggunakan jasa tersebut jika mengadakan acara – acara tertentu, misalnya saja pada saat seminar, acara pesta pernikahan, serta acara lain yang membutuhkan hiasan ruangan.
Tak heran bisnis tanaman hias ini, tak hanya dilakukan oleh nurseri besar dan  gerai tanaman hias pinggir jalan tetapi pedagang kaki limapun ikut bisnis ini. Apalagi, tanaman hias termasuk komoditas hobi yang pasti banyak diburu orang, dan kadang-kadang tanpa memperdulikan harganya.  Keberhasilan usaha tanaman hias memang membutuhkan kemampuan dalam budidaya dan pemasaran. Budidaya yang efisien dan tehnik penjualan yang tepat akan memberikan keuntungan yang baik.
Nah, hobi atau kegemaran pada titik tertentu, bisa berubah menjadi bisnis yang menarik dan menjadi komoditas yang bisa diperjual belikan Tapi, perlu diperhitungkan berbisnis tanaman hias tidak selalu untung .Banyak pengusaha tanaman hias yang gulung tikar karena kurangnya faktor penunjang. Mereka hanya memikirkan keuntungan saja, tanpa pemahaman keseriusan menjalani bisnis tersebut.
Berbisnis tanaman hias tidak jauh berbeda dengan bisnis lainnya.
Persiapan yangg matang, modal dan keseriusan usaha merupakan titik awal berbisnis.
Selain naluri bisnis, pelaku bisnis harus menyukai tanaman. Karena tanaman termasuk mahluk hidup, maka resiko kegagalan paling besar adalah rusak atau mati. Cara perawatan yang tepat merupakan kunci utamanya. Bioteknologi yang sekarang sedang berkembang luas sekarang ini, bisa menjadi alternative bagaimana merawat tanaman hias agar lebih subur dan tidak mudah terserang penyakit. (A)

Coloum Pak Oles Edisi X


TANAMAN HIAS SEBAGAI PRODUK SENI DAN BISNIS

Tanaman hias dikenal sejak manusia modern membutuhkan hiburan untuk memberikan ketenangan dan kesejukan jiwa.  Setelah manusia merasa cukup makan, dia juga membutuhkan makanan jiwa, yaitu tanaman hias, yang bisa memberikan keindahan dari bunga, daun, batang atau akarnya.  Tanaman hias bukan saja indah saat dipandang, tapi juga pemiliknya bisa merasakan keindahannya pada saat merawatnya.  Pemiliknya juga merasakan kegembiraan saat dia bercerita tentang sejarah memperolehnya, kapan dan dimana didapat, bagaimana menyilangkannya antar spesies tanaman sehingga menghasilkan jenis baru yang lebih menarik.  Tanaman hias menjadi lebih menarik karena harganya yang mahal dan langka, sampai dilelang berapa pun si pemilik tak bersedia menjualnya.  Dengan topik tanaman hias    ditulislah buku, majalah atau tabloid yang membahas tentang profil, jenis, cara budidaya dan pernak-pernik tanaman hias.  Berkat tanaman hias ekonomi berputar cepat, hubungan sosial menjadi semakin akrab, budaya hidup bersih, indah dan lestari tercipta. 
            Pada awalnya tanaman hias adalah tanaman liar yang memiliki keindahan atau keunikan tersendiri.  Asalnya tanaman hias tumbuh di tebing, di kali, di hutan, di rawa-rawa, di gurun pasir, di danau atau di air payau.  Kemudian ada orang yang pulang membawa tanaman hias tersebut dan menanamnya di rumah.  Selanjutnya tanaman liar tersebut dikembangkan dan dipelihara oleh banyak orang dan berubah namanya menjadi tanaman hias atau ornamental plant.  
            Media cetak dan elektronik memberitakan dan memoles informasi tanaman hias dengan baik sehingga semakin banyak orang menjadi tertarik dan penasaran untuk memilikinya.  Pada saat tanaman hias tersebut langka, harganya menjadi mahal, mencapai puluhan juta dan bisa mencapai ratusan juta rupiah.  Orang pun menjadi semakin penasaran untuk memperbanyak dan melakukan bisnis jual-beli tanaman hias yang harganya melangit.  Pada saat tanaman hias yang langka tersebut sudah banyak yang membudidayakan, maka nilai kelangkaannya menjadi berkurang, sehingga harganya melorot dan anjlok, nyaris tidak ada yang mau membeli. 
            Seni bisnis tanaman hias adalah bagaimana menikmati dan merawat keindahan tanaman hias tersebut sebagai produk seni yaitu : bagaimana menyeimbangkan informasi, persediaan barang, nilai , harga dan pemasaran tanaman hias sebagai produk bisnis yang menguntungkan; bagaimana mencari, menyilangkan, memperbanyak tanaman hias; serta bagaimana mengiinformasikan tanaman hias yang belum terkenal menjadi terkenal, ibarat menginformasikan artis yang belum ngetop menjadi artis papan atas.  Karena tanaman hias bersifat hobi dan populer, maka rating kepopuleran suatu jenis tanaman hias bisa naik atau turun, bisa dilupakan dan bisa diingat kembali beberapa tahun kemudian, ibarat roda berputar, kadang-kadang di atas dan kadang-kadang di bawah.
            Karena asal tanaman hias adalah dari alam, yang selanjutnya dipaksa tumbuh dalam lingkungan terbatas dekat dengan manusia, maka keindahan tanaman hias yang merupakan sifat liarnya akan muncul jika diberikan pupuk organik, kompos, bokashi atau humus.  Pemeliharaan tanaman hias secara organik akan menyehatkan tanaman, memperindah penampilan tanaman dan meningkatkan produksi bunga, daun atau anakannya. 
            Pemakaian pestisida kimia dan pupuk kimia pada budidaya tanaman hias hendaknya dikurangi, bahkan bisa tanpa menggunakannya sama sekali.  Penggunaan pestisida organik dan pupuk organik sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatan, penampilan dan produktivitas tanaman hias.  Penyiraman dengan air beras yang telah difermentasi dengan EM ( Effectivie Microorganisms), air kaldu dan bokashi cair dapat meningkatkan ketersediaan nutrisi bagi perakaran tanaman.  Penggantian tanah dalam pot dan pupuk organik secara berkala dapat menyuburkan tanaman hias.  Perawatan tanaman hias haruslah intensif, aktivitas yang dilakukan  bukan saja merawat, memupuk dan menjaga keindahannya, tapi harus juga menempatkannya sesuai dengan kebutuhan cahayanya.  Untuk tanaman yang berada di dalam ruangan perlu dilakukan penataan tanaman dan penempatan pot yang sesuai dengan situasi ruangan suasana hati penikmat seni tanaman hias.  Dengan tanaman hias manusia bisa menikmati hidupnya lebih dekat dengan alam dan juga menjadi lebih dekat dengan Tuhannya.@  

Forum Utama Edisi X

Tanaman Hias  Diburu Masyarakat 


Salah seorang penjual dan pemilik usaha tanaman hias yang membuka usahanya di Juanda Depok Jawa Barat, mengaku akhir-akhir ini,  banyak kebanjiran order tanaman hias  baik dari pengembang perumahan yang terus menjamur juga dari masyarakat yang mencari tanaman hias untuk ditanam di pekarangan rumahnya.
Memang, berbagai jenis tanaman banyak diburu masyarakat, terutama jenis-jenis cemara, sikas, anggrek, adenium, sansevieria, aglaonema, anthurium, philodendron, bonsai dan beberapa bunga cantik lainnya. Meski harganya lumayan mahal, namun itu tidak membuat masyarakat enggan untuk membeli tanaman tersebut.
Situasi ini tentu sangat menggembirakan bagi dunia tanaman hias di Indonesia. Apalagi, sekarang ini,  penghijauan menjadi sangat penting untuk mengurangi pemanasan global.Karena itu, menghijaukan rumah dan pekarangan sangat bermanfaat apalagi dilakukan karena hobi. Demi hobi seseorang rela merogoh kocek jutaan rupiah untuk sebuah tanaman hias. Ada kepuasan batin yang tak bisa dinilai secara materi.
Saat ini, merawat tanaman hias sudah tidak terlalu sulit. Sebab, banyak sekali buku-buku, artikel bahkan ahli-ahli tanaman yang siap diajak konsultasi. Jika dulu tanaman hias hanya dijadikan sebagai barang yang diperjualbelikan saja, Sekarang konsumen lebih suka membeli anakan tanaman kemudian merawatnya dan membentuk tanaman hias hingga besar.
Merawat tanaman hias  dari kecil hingga besar itulah seni nya, dan menjadi hobi bagi sebagian orang. Dengan banyaknya panduan-panduan perawatan tanaman hias menjadi mudah. Umumnya tanaman hias yang bentuknya  menarik dan variasiatif yang sangat banyak membuat orang berlomba untuk menjadikan tanaman hias sebagai media penyalur hobi.
            Secara psikologis, para pecinta tanaman hias, diyakini dapat membuat para pemilik rumahnya lebih tenang dan nyaman. Bagi orang-orang yang memiliki hobi dalam merawat tanaman hias, informasi tentang tanaman hias ini sangatlah berarti, karena dengan bertambahnya pengetahuan yang mereka miliki, tentu bertambah juga kreasi bentuk dan ragam yang dapat mereka ciptakan dalam memberikan informasi tanaman hias. Jadi bagi orang-orang yang memiliki hobi merawat tanaman hias sekarang ini tidak perlu takut ketinggalan informasi dan pengetahuan tentang perawatan tanaman hias yang baik.
Memang trend tanaman hias terus berubah, tergantung musim dan jenis tanaman karenanya, selain mempercantik ruangan dan sedap dipandang mata, beberapa tanaman hias memiliki manfaat dan khasiat yang luar biasa.sensievera atau disebutlidah mertua misalnya, jenis tanaman ini masih banyak diminati. Tanaman yang memiliki varian beragam ini tidak hanya menebar pesona karena keindahannya tapi juga memiliki daya tarik dan manfaat yang luar biasa. Beberapa hasil penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat tanaman sensievera mampu menangkap polutan-polutan berbahaya bagi kesehatan manusia di udara.
Apabila tidak memiliki halaman yang cukup luas untuk menanam pepohonan, alternatif yang bisa dipilih yaitu bertanam dalam pot atau  drum. Cara menanam ini tidak membutuhkan banyak tempat dan perawatan nya pun cukup mudah, hanya perlu menyiramnya setiap hari, memberi pupuk dan mengganti medianya setiap 6 bulan sekali.
Namun, apabila di rumah tidak memiliki lahan bertanam, beragam jenis tanaman hias,  salah satu cara agar tetap dapat menanam adalah dengan meletakkan tanaman hias tersebut di teras depan atau belakang, samping rumah, bawah jendela atau yang paling ekstrim dengan menempel di dinding dan menggantungnya.
Tanaman-tanaman hias tersebut, selain memberi kontribusi oksigen ke lingkungan, tanaman hias mampu memperindah sudut pandang rumah.
Banyak hal yang bisa dilakukan sebagai warga bumi untuk turut berperan serta mengatasi peristiwa Pemanasan Global (Global Warming) dan Perubahan Iklim (Climate Change) yang sedang dialami Bumi, dimulai dari hal-hal kecil yang dapat dilakukan oleh semua orang dari rumah masing-masing dengan menghijaukan lingkungan ( Go Green )
Ayo mulai tanam pohon di halaman rumah. Pohon-pohon yang di tanam di halaman rumah sekecil apa pun halamannya, sudah pasti akan berperan untuk menetralisir CO2 di udara sekaligus menyegarkan dan menyehatkan. Jadi jangan ragu untuk mulai menanam pohon dan terus tambah koleksi tanaman di halaman rumah. Mau tanaman hias, bunga, buah atau apotik hidup, sayuran dan bumbu dapur tidak masalah. Dan jika sebagian besar warga bumi melakukannya, akan memberikan manfaat yang sangat signifikan untuk mereduksi CO2 di udara dan pada akhirnya pemanasan global pun dapat diredam.
Sekarang ini sudah ada beberapa warga yang mengembangkan tanaman buah dalam pot . Selain teknologinya mudah, apabila kebiasaan mengembangkan tabulapot ini dapat menjadi gerakan bersama, maka selain menambah hijaunya lahan berkarang, juga akan terus menyediakan sumber vitamin dari hasil buahnya. Tabulapot juga tidak memakan tempat dan cocok dikembangkan dilingkungan padat penduduk.
Bahkan pohon buah seperti rambutan, mangga, belimbing dan sebagainya yang ditanam dalam pot (tabulampot) memiliki keindakan dan menghadirkan kebanggaan tersendiri apabila menghasilkan buah.(A)


Forum EM Edisi X

Memupuk Tanaman Hias Ala EM4

Saat ini pupuk organic semkin banyak digunakan untuk memelihara tanaman hias karena ramah lingkungan., murah dan mudah di dapat  serta bisa dibuat sendiri. Tak hanya masyarakat biasa saja yang menggunakan pupuk organic, para pedagang tanaman juga menggunakan pupuk organic yang difermetasi dengan EM4.
Pupuk organic bisa dibuat sendiri karena caranya relative mudah apalagi dengan teknologi fermetasi dengan EM4, hanya butuh waktu 4 – 7 hari pupuk organic sudah bias diaplikasikan ke media tanaman. Kelebihan lain dari pupuk organic untuk tanaman hias adalah, kadar unsure hara telah disesuaikan dengan kebutuhan tanaman serta pemakaiannya relative efisien dan efektif serta memperbaiki sifat fisik dan biologi tanah dipekarangan rumah.
Aplikasi pupuk organik atau bokashi dengan EM4 itu sangat bagus sekali karena kelengkapan unsure hara dan mineralnya. Bokashi cair dapat memberikan warna daun lebih dan dan dapat mempercepat proses pembungahan.
Penggunaan bokashi cair pada tanaman hias terutama aglaonema yang berwarna merah akan menghasikan daun agaonema yang berkilau alami tanpa penambah zat lain.
            Hal ini diakui oleh Iwan Ahmad (30) pedagang tanaman hias Gg. Mawar Kebagusan Raya, media bokashi dan rutinitas memberikan bokashi cair pada tanaman hiasnya, membuat tanaman lebih subur dan warna daunnya lebih berkilau.
Sekarang ini Iwan mantap menggunakan EM4 terutama untuk penyiraman ke medium tanam yang terdiri  akar pakis, arang sekam dan pupuk kandang. Dengan medium yang menggunakan EM4 cair ini, apa yang menjadi harapan pria asal betawi ini menjadi kenyataan. Beberapa koleksinya laku keras karena selain tumbuhannya subur, koleksi tanaman hiasnya itu cepat besar.
‘Kualitas kontes’, begitu Iwan memanggilnya. Jenis-jenis yang dikembangkan Iwan seperti antorium,  aglonema, dan lain-lain serta buah-buahan dalam pot (tabulampot) juga tumbuh sumbur dengan buah yang rimbun.
 Bagi hobiies tanaman,  mungkin tak akan melewatkan waktunya untuk mengunjungi nursery Iwan ini. Pasalnya, harga yang ditawarkan Iwan tidak mahal.’’ Ya standar-standar saja, pokoknya harga bisa diaturlah,’’katanya.
            Baik buah nangka, jeruk, jambu air, sawo dan lainnya tumbuh subur berkat,  penggunakan pupuk cair EM4. ‘’Saya memang tidak memberikan pupuk macam-macam agar tanaman pot  berbuah lebat, cukup diberikan pupuk kandang dan setiap seminggu sekali saya semprotkan dengan larutan EM4 yang sudah di fermentasi. Dan hasilnya, tanaman menjadi lebih segar, rimbun dan kalau sudah berbuah tidak mau berhenti,’’katanya.
            Dengan kondisi tanaman yang sehat dan banyak buahnya serta harganya murah, karuan saja, Iwan banyak menerima orderan buah dengan skala besar.’’ Pohon Jambu Merah sekarang ini banyak di cari orang, setelah sekarang ini musim penyakit demam berdarah sehingga saya harus men-stok buah tersebut,’’jelasnya.
            Iwan juga mengaku, tidak suka menggunakan pupuk kimia seperti NPK, sebab tanah atau medium tanam yang dipergunakannya sudah sangat subur dengan campuran pupuk kandang. Apalagi ditambah dengan larutan EM4. Sehingga EM4  menjadi andalan Iwan agar tanaman potnya lebih subur dan cepat berbuah. Untuk membuat pupuk cair EM4 juga tidak terlalu sulit. Ia hanya menggunakan penampungan (drem) yang besar untuk memfermentasinya.’’Selain irit penggunaannya, dengan fermentasi bisa dipakai berkali-kali dan tidak memakan waktu banyak,’’katanya.
            ‘’Karena tanaman subur dan cepat berbuah, banyak konsumen bertanya-tanya rahasia pemupukan. Saya  beritahukan, hanya menggunakan pupuk kandang dan larutan EM4 cair yang sudah difermentasi.(A)

Cara Membuat Bokashi

1.BokashiPadat
Merupakan pupuk organic yang dibuat dari kotoran hewan, sampah, organic, jerami, sekam, serbuk kayu, serasah dan lain – lain, dicampur ( dedak, disiram, dengan EM4 dan Molase, selanjutnya difermentasi. Setelah difermentasi 1-2 minggu campuran bahan organic telah menjadi pupuk siap pakai, ditandai dengan adanya bau tape serta miselium putih dari cendawan mukor. Penggunaannya dibenamkan ke dalam tanah disekitar daerah perakaran tanaman. Pengaruh terhadap pertumbuhan tanaman akan lebih baik lagi bila disertai siraman EM-aktif setiap 1 – 2 minggu sekali.

2.BokashiCair
Dibuat dari kencing hewan ( sapi, kambing, kelinci dan ternak lainnya) diberi atau dicampu dengan EM4 dan molase difermentasi selama kurang lebih seminggu. Cara penggunaanya dicampur dengan air disiramkan ke tanah disekitar daerah perakaran. Sangat baik disiramkan diatas taburan bokashi. Penggunaan secara rutin selain memperbaiki fisik dan kimia tanah, dapat menekan berbagai pathogen secara efektif.

3.Fermentasi Ektrak Tanaman

Formula ini lebih dikenal dengan nama fermented plant ekstrak (FPE) FPE dapat dibuat dari campuran berbagai tanaman rempah dan obat, tanaman yang berbau khas diambil daunnya saja, batang, kulit akar maupun buah. Bagian-bagian tanaman ini diektrak dan difermentasi dengan EM dan molase selama seminggu.

4.EM Aktif
Dibuat dari EM4 asli dan molase yang dicampur dengan air sampai mencapai 20 kali kemudian difermentasi selama seminggu. Dalam pemanfaatannya diencerkan lagi dengan air sampai mencapai konsentrasi 1-2 permil disemprotkan pada daun tanaman atau disiramkan ke dalam tanah. FPE dapat dipergunakan sebagai pengganti pestisida maupun fungisida, disemprotkan pada daun diatas tanah. Setiap hama biasanya peka terhadap ramuan tertentu. Meramu FPE merupakana seni tersendiri.. Banyak petani membuat ramuan sendiri untuk memberantas hamanya, tetapi Pak Oles telah membuat ramuan siap pakai yang diberi nama SAFERTO-5 ( Sari Fermentasi Tanaman Obat ) FPE disemprotkan pada tanaman secara berkesinambungan setiap 2 minggu. Karena pengaruh antioksidan dan bau yang khas, hama tidak kerasan dan pergi meninggalkan tanaman dengan tidak akan ada eksplosi dari hama.

 5.Fermentasi Sari buah

Pada musim buah-buahan yang terbuang Buah-buah yang telah masak ini banyak mengandung nutrisi. Buah ini dapat diolah menjadi pupuk cair disemprotkan pada daun setelah buah-buahan diekstrak dan difermentasi dengan EM dan Molase. Produksi yang serupa namun bahannya dari rumput laut, telah dibuat oleh pak Oles dengan merek dagang SARULA-3. Penyemprotan tanaman secara rutin dengan formula ini dapat memacu pertumbuhan tanaman, merangsang pembentukan bunga dan buah.

6.Fermentasi Kaldu Ikan

Seperti halnya sari buah, kaldu ikan juga kaya akan nutrisi, kaldu ikan dapat dibuat menjadi pupuk cair disiramkan kedalam tanah untuk memperbaiki fisik, kimia, dan biologi tanah. Dalam pembuatannya ikan dipotong kecil-kecil direbus dan setelah kaldunya dingin difermentasi dengan air dan molase. Fermentasinya lebih lama sekitar 1 bulan. Fermented Fish Emulsion ini siap pakai bila telah tercium bau alcohol. Bila busuk berarti pembuatannya gagal karena terkontaminasi pathogen.

7.EM-5
EM-5 adalah campuran dari arak, cuka EM-4 molase dan air. Cara pembuatan dan pengemasannya dengan FPE. EM-5 ini adalah pestisida organik dengan teknologi EM untuk memberantas hama khusus untuk EM-5 dapat disimpan sampai 3 bulan asalkan tidak terkontaminasi pathogen.

Forum Usaha Edisi X

SRI Plus EM4 Tingkatkan Produksi Pertanian
PT. Songgolangit Persada terus melakukan inovasi dengan mengembangkan proyek percontohan dipelbagai daerah di Indonesia, termasuk di Pemalang, Jateng. Yang dikenal sebagai salah satu daerah sentra penghasil tanaman padi di Indonesia.
 Demplot padi dibuat disalah satu lahan warga, tepatnya di Desa Kali Gelang, Pemalang. Jateng. Sebagai komoditas dipilih varietas padi situ bagendit yang mempunyai umur tanam 110-120 hari, mempunyai rasa enak dengan potensi hasil 6,0  GKG (t/ha), sedangkan pola tanam yang diterapkan menggunakan sistem penanaman Padi secara SRI tabela atau tabur benih langsung.
 “Melalui sistem ini, petani bisa hemat benih hingga 70 %, petani cukup menyediakan benih 5 kg untuk satu hektare, jauh lebih sedikit jika dibandingkan cara konvesional yang membutuhkan benih padi kurang lebih hingga 20 Kg untuk satu hektar, keuntungan berlebih akan didapatkan petani ”jelas  M. Zakky Husein dari PT, Songgolangit Persada  
Sebelum penanaman, terlebih dahulu lahan diolah, bahan organik disiapkan sebagai pupuk dasar, berupa pupuk kandang 10 000 kg/ha, dedak/ bekatul 1000 kg, arang sekam padi 1000 kg dan jerami padi+rumput+ daun-daun 1000 kg, bahan organik  untuk asumsi 1 ha lahan.
Bahan-bahan organik selanjutnya di sebar merata pada petak sawah, dengan terlebih dahulu di potong-potong dengan mesin pencahah agar mudah terserap tanah. Sebelum dilakukan pembajakan, sawah dialirkan terlebih dahulu dengan larutan EM4 fermentasi (Campuan bahan  2 liter EM4 + 2 Liter molase dan air bersih sebanyak 200 liter  diaduk lalu difermentasi selama 4-7 hari.)
Larutan EM4 fermentasi serupa kembali dibuat dan dialirkan ke lahan petak sawah pada pengolahan kedua yaitu saat penggaruan atau pengemburan. Dilanjutkan dengan pembuatan alur tanam/lubang tanam dengan jarak tanam 30cmx30. benih padi hasil peraman selama dua hari pada karung basah yang sudah keluar calon akar lalu dimasukan ke lubang yang dibuat sebelumnya. Benih yang ditanam hanya 1 benih kedalam satu lubang tanam
Penyemprotan pupuk Bokashi cair pada tanaman dilakukan setelah 7 hari dari penanaman,  dosis larutan bokashi, 5-10cc EM4/liter air,  penyemprotan diulangi kembali ketika tanaman berumur 15 hari setelah tanam (HST) dengan dosis 2lt EM-4/ha (dosis pelarutan 1 ltr/100 air bersih).  Hal tersebut juga dilakukan saat padi berumur 30 dan antara 50-55 HST.
Penyiangan rumput dilakukan di seputar daerah tempat tumbuh padi secara peridik dilakukan setelah tanaman berumur 10, 20, 30, 40, dan 50 HST. Untuk mengatasi Hama padi, pestisida organic disemprotkan pada tanaman padi saat timbul gejala serangan hama.
  Setelah panen,  dari hasil pengamatan di lapang dtemukan bahwa varietas padi Situ bagendit yang ditanam menggunakan sistem penanaman Padi secara SRI tabela didukung pupuk cair EM-4 memiliki keunggulan dari padi lokal (Ciherang) yang biasa ditanam oleh petani. Keunggulan tersebut terlihat dari   jumlah anakan dan gabah isi yang berpengaruh terhadap hasil panen.
Vaietas padi Situ Bagendit yang ditanam didemplot EM4  mempunyai anakan lebih banyak, rata-rata pertanaman  30-50 anakan, berbeda dengan varietas Ciherang yang rata-rata 10-15 anakan pertanaman, selain itu, presentasi gabah kosong lebih sedikit dibandingkan varietas ciherang yang bisa mencapai sekitar 20%.    
            Sarmo Saputro selaku kepala Cabang Jawa Tengah PT. Songgolanggit Persada. Yang datang ke Pemalang  dan  menyaksikan pemanenan demplot EM4 terperangah dengan varietas Situ bagendit yang ditanam.”Situ bangendit lebih unggul dari varietas lokal, terlihat dari banyak jumlah anakan ,”ujar  pria berpenampilan low profil ini.
            Penelitian akan terus lanjutan dan diawasi oleh Tim Marketing EM4 dari Brebes, yang dikomandoi  oleh Ananto selaku Marketing EM4 di Brebes. Penelitian ini akan disupport oleh PT. SP cabang Janteng. Sedankan demplot padi menggunakan metode penanaman padi SRI Murni dimana ada persemaian 5-7 hari, sebelum tanam.(Dedi)   

EM Coner Edisi X

Dengan EM4
Ternak Kambing Gemuk dan Sehat

Penggunaan Effektif Mikroorganisme (EM4) untuk ternak kambing milik Muksin  dari Desa Beseran, kaliangkrik Magelang, Jawa Tengah,  membuat ternak kambingnya lebih sehat dan gemuk-gemuk. ‘’Perkembangan tenak kambing saya cukup pesat setelah menggunakan EM4 untuk  pakan yang telah difermentasi.’’kata nya.
 Walhasil, ternak kesayangannya itu, laris di ual karena perawakannya yang tinggi besar dan gemuk. ‘’Dengan pakan berupa jerami yang difermentasi dengan menggunakan EM4, saya bisa menjual ternak-ternak tersebut dengan harga yang tinggi,’’ jelasnya.
 Memang Muksin merupakan salah satu peternak  yang menggunakan EM4. Sebelum memakai pelopor probiotik ini, ternaknya tidak segemuk seperti sekarang ini. Selain itu dengan menggunakan EM4, kandang kambing menjadi tidak berbau.’’EM4 juga saya pergunakan untuk minum ternak sehingga kotorannya tidak menyengat,’’katanya.
Setelah memakai EM4, Muksin merasakan betul manfaatnya. Terutama soal pakan yang dirasanya menjadi ringan karena tidak harus terus mencari pakan setiap hari.
Sebelum menggunakan EM4 kata Muksin, ternak sering terkena penyakit seperti cacingan, mencret-mencret serta gatal-gatal. Karena pengaruh bau kotoran sehingga mengundang hama dan lalat untuk datang ke kandang tersebut. Namun sejak menggunakan EM4 beternak kambing menjadi sesuatu yang menyenangkan dan tidak memakan waktu untuk pemberian pakan.
‘’Orang-orang di sini banyak yang beternak kambing dan mereka sepertinya kewalahan mengurusinya karena harus mencari pakan setiap hari dan biaya yang tinggi, sedang saya beternak kambing menjadi sesuatu yang menyenangkan, tidak membutuhkan waktu  banyak untuk mencari pakan dan biaya produksi  bisa ditekan. Kuncinya itu cukup dengan menggunakan teknologi Effektif Mikroorganisme (EM4),’’katanya.
Sekarang ini Muksin memiliki 10 ekor kambing dengan berbagai ukuran.  Yang siap jual biasanya yang lebih dari 3 bulan ke atas dengan bobot yang rata-rata diatas 40 kg. Dan sekarang ini, permintaan ternak kambing cukup tinggi.
Selain menghasilkan kambing yang gemuk dan sehat, keuntungan lain nilai kotorannya atau pupuk kandangnya juga sangat bagus terutama untuk pemupukan sayuran seperti jagung, kacang, ubi dan lain-lain.’’Inilah manfaat menggunakan EM4, selain menghasilkan kambing yang gemuk dan sehar juga menghasilkan pupuk kandang berkualitas,’’katanya.. (A)


Jawa Timur
Sayur Organik Dicari Konsumen 

            Disamping prospek sayuran organik yang cerah, dan karena bahan baku seperti limbah pertanian dan pupuk kandang yang berlimpah, maka para petani di Desa Dulkali Kedung Asri Banyuwangi Jawa Timur  mulai melirik EM4 sebagai bahan untuk membuat bokashi padat, cair dan pestisida organik.’’Beberapa petani  ini banyak yang menggunakan teknologi EM4 dengan  hasil produksi yang cukup baik, karena itu saya  memakai EM4, untuk mempermentasi bahan baku organik tersebut’’kata Kata Yusup pemilik lahan kebun sayur dan juga kebun jeruk ini.
            Yusup memilih berkebun organik karena tertarik menggunakan Teknologi EM4 untuk membuat bokashi padat, cair dan pestisida organik dengan harapan hasilnya lebih maksimal.
            Ketertarikan Yusup dengan EM4  karena proses fermentasi itu berlangsung cepat,  sedang kompos dengan cara konvensional memakan waktu lama. Apalagi dengan EM4 sekaligus dapat memperbaiki struktur kimia, dan fisik dn biologi tanah sehingga tanah menjadi subur.
Yusup juga sadar mengelola perkebunan secara  organik ini  mengingat bahaya yang ditimbulkan bahan kimia akibat teresidunya tanaman sayuran yang dikonsumsi secara terus menerus. ‘’ Apalagi sekarang ini pasar sayuran organik sudah mulai terbuka,’’jelasnya.
Pertanian organik dinilai lebih menguntungkan, karena nilai jual produknya lebih tinggi dibanding produk pertanian anorganik.  "Usaha pertanian organik memang lebih rumit dibanding anorganik, tetapi produk pertanian organik memiliki nilai jual yang lebih tinggi," katanya.
Ia menyebutkan keuntungan yang diperoleh dari pertanian organik lebih tinggi 15 hingga 20 persen dibandingkan dengan anorganik."Apalagi saat ini permintaan terhadap produk pertanian organik cukup tinggi, bahkan kami sering kewalahan memenuhi permintaan konsumen" jelasnya. (A)