Tampilkan postingan dengan label Edisi XII. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Edisi XII. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Februari 2012

Cover Edisi XII

 

Salam Redaksi XII


Menanam Sayuran Organik

Budidaya sayuran organik semakin popular dan bahkan produksinya banyak dicari orang. Karena masyarakat sekarang lebih peduli terhadap kesehatan dan lingkungan.

Permintaan Sayuran organik tak hanya di dalam negeri saja, banyak juga datang dari luar negeri seperti Singapura, Malaysia, Eropa dan Amerika. Tentu hal ini membuka peluang bagi petani sayuran organik untuk melakukan ekspor ke negara-negara tersebut.

Pada intinya bertani organik menjadi sebuah peluang usaha yang sangat bagus untuk dikembangkan. Dan bisa dibudidaya dimana saja asalkan media tanahnya subur. Sayuran seperti bayam, sawi, katuk, caisim, selada, kangkung dan kemangi dan lain-lain adalah sayuran paling menguntungkan jika dibudidaya. Menariknya lagi, budidaya sayuran pun bisa dilakukan dilahan sempit seperti pekarangan rumah.

Ibu-ibu rumah tanggapun bisa menanam di pekarangan rumahnya. Sayuran musiman yang bisa cepat panen seperti bayam, kangkung, selada,  caisim bisa jadi pilihan. Jika tak mau repot mengolah lahan, penanaman sayuran organik bisa ditanam dalam polybag, kaleng bekas, baskom atau ember yang disusun berjejer di rak bertingkat yang terbuat dari kayu. Dengan media tanam campuran tanah dan bokashi 1:1 serta penyiraman 2 kali sehari, sayuran tersebut bisa dipanen dalam waktu 3 minggu.

Untuk menghasilkan produksi yang maksimal, tanah harus digemburkan dan diberi bokashi yang terbuat dari kotoran hewan, bahan-bahan organik seperti rerumputan, daun-daunan yang difermentasi. Nah, untuk memfermentasi bahan-bahan organik tersebut bisa menggunakan bakteri pengurai seperti  EM4. Teknologi ini merupakan teknologi terbaru dibidang pertanian yang ramah lingkungan dan tidak berbahaya bagi kesehatan manusia.

Mungkin berkebun bisa menjadi rekreasi yang menyenangkan dipagi hari dengqn merawat tanaman. Bisa saja  stres dan sakit yang kita derita bisa sembuh dengan berkebun. Jadi mengapa kita tidak bertanam sayuran organik di lahan pekarangan kita?

Coloum Pak Oles

MENGAPA GO ORGANIK ?

Sejak tahun 1980 Lembaga pemerhati lingkungan berteriak tentang bahaya pertanian kimia yang terlalu mengeksploitasi alam, tanah dan tanaman untuk berproduksi tinggi dengan praktek pertanian kimia.  Pertanian kimia yang diterapkan dalam pertanian padi, palawija dan hortikultura, serta perikanan dan peternakan bertujuan untuk berswasembada pangan. 

 Di setiap Negara dipraktekkan teknologi pertanian kimia yang pada akhirnya baru diketahui bahwa pertanian kimia menghasilkan dampak lingkungan tanah dan air yang buruk yang mengakibatkan pencemaran, ketahanan penyakit dan hama yang semakin meningkat terhadap zat kimia racun, residu pestisida dalam produk pertanian dan lingkungan tanah, air dan udara yang merusak kesehatan manusia.  Akhirnya, manusia juga mulai berpikir, buat apa cukup makan tapi tubuh menjadi sakit?  Lebih baik makan makanan yang berkualitas, tubuh menjadi sehat dan kuat, pikiran menjadi cerdas, jiwa menjadi tentram, lingkungan menjadi indah. 

Ternyata kesehatan itu anugerah yang utama.  Kesehatan itu adalah kekayaan.  Orang banyak membuang uangnya untuk membeli kesehatan.  Dan kesehatan seseorang itu ada sebagian besar  di dalam makanan, di dalam gaya hidup, di dalam cara makan dan apa yang dimakan.  Pertanian organik adalah jawaban dari sumber makanan kesehatan.  Makanan yang sehat itu adalah makanan yang dihasilkan dari budidaya pertanian yang tidak tercemar racun.  

 Karena fungsi dari tanaman adalah untuk mensintesa mineral-mineral yang ada di dalam tanah, dengan bantuan sinar matahari dan air, jika tanaman itu tumbuh subur,  maka pastilah tanaman itu akan menghasilkan makanan yang kaya mineral, kaya protein, vitamin dan zat-zat alami lain yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia.  Disinilah letak kunci pertanian organik, yaitu menyuburkan tanah dan membebaskan tanah dari polusi, menyehatkan tanaman dan meningkatkan produksi tanaman, menyehatkan dan menyejahterakan manusia. 

Gerakan pertanian organik yang pada awalnya dimulai dari satu individu ke individu petani, yaitu semacam gerakan filfosofi pertanian, kemudian berlanjut menjadi suatu gerakan organisasi yang menganjurkan pemerintah dan masyarakat luas agar menjadi sadar, peduli dan menjadi kebijakan pemerintah, selanjutnya menjadi suatu gerakan pemerintah yang menginginkan masyarakatnya sehat dengan hidup yang lebih berkualitas.   

Permintaan pasar yang semakin luas akan produk organik, dari sayur-mayur, kacang-kacangan, padi-padian dan biji-bijian, kopi, coklat, kapas, minyak nabati, daging, ikan telor, susu, menjadikan pasar organik semakin diminati masyarakat konsumen, produsen dan distributor.  Munculnya produk organik kesehatan, kecantikan dan restoran-restoran organik, semuanya itu semakin meyakinkan pemerintah, bahwa produk inilah yang sebenarnya diminati oleh masyarakat lokal dan internasional.   

Kebijakan pemerintah untuk lebih serius membantu petani untuk menghasilkan produk organik diharapkan oleh masyarakat luas agar seluruh masyarakat menjadi lebih sehat, bersemangat, menguntungkan secara ekonomi, dan mampu berswasembada pangan.

Gerakan pertanian organic juga menghasilkan budaya pertanian yang lebih profesional, lebih sehat, lebih berilmu, lebih berwawasan lingkungan, lebih berfilosofi dan lebih menguntungkan.  Petani organik bukan sekedar petani biasa.  Petani organik adalah petani yang berwawasan ke depan dengan memikul tanggung jawab yang lebih tinggi, yaitu melestrikan lingkungan, melestarikan budaya pertanian, menyehatkan manusia dan mampu menghidupi dirinya sendiri dari aktivitas pertaniannya.  

 Petani organik adalah petani yang mampu hidup berdikari, mampu membuat pupuk dan pestisida dari bahan organik, mampu memasarkan produknya sendiri dan mampu membentuk suatu komunitas organik untuk melanjutkan suatu gaya hidup organik yang sehat, mantap, lestari dan bisa diwariskan kepada generasi selanjutnya. 
           
     Dengan gerakan pertanian organik, pemerintah menjadi semakin yakin untuk menetapkan suatu kebijakan “Go Organic, Go Clean, Go green, Go healthy, Go blue Sky.”  Dengan pertanian organik pertanian menjadi terlihat lebih indah, sehat, menguntungkan, dan itulah kebutuhan petani yang sejati.  

       Jika pertanian masih terlihat kotor, sakit dan rugi, maka siapa yang akan tetap tertarik dengan kondisi yang demikian?  Hanya pertanian organiklah yang mencoba membalikkan fenomena pertanian yang biasa itu menjadi pertanian yang luar biasa.  Selamat bertani organik…….! 

Forum Utama edisi XII

Sayuran Organik Diminati Masyakat Dunia

Di negara maju, pertanian organik semakin berkembang dengan meningkatnya permintaan masyarakat dunia akan sayuran organik.

Di Indonesia sendiri, sayuran organik sekarang semakin digemari, pasalnya, kebutuhan sayuran organik  juga mengalami kenaikan dari waktu ke waktu.

Bahkan petani sayuran di Pasuruhan kewalahan memenuhi kebutuhan pasar supermarket di kota Surabaya dan Malang. Karena, pemesanan sayuran organik terus meningkat. Bahkan petani tak mampu memenuhi pasanan tersebut. Rata-rata setiap bulan para petani memasok sekitar empat  ton sayuran.

Saat ini masyarakat sudah semakin sadar akan pentingnya kesehatan dan mulai mencari sumber makanan yang alami alias tanpa bahan kimia.  Pemerintah bersama beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang cinta lingkungan serta  beberapa perusahaan swasta yang konsen dengan produk organik seperti PT. Songgolangit Persada  membantu dengan melakukan sosialisasi pertanian organik  kepada masyarakat dan melakukan kegiatan pelatihan-pelatihan.

Di Bali pelatihan pertanian organik diselenggarakan oleh  IPSA (Institut Pengembangat Sumber Daya Alam) pimpinan Gede Ngurah Wididana kepada masyarakat luas, termasuk penyuluh pertanian, para pensiunan pegawai negeri maupun swasta yang ingin menghabiskan waktu tuanya dengan bertani serta  para petani yang ada di daerah seluruh Indonesia.

Upaya sosialisasi pertanian organik yang ditargetkan tersebut bukanlah hanya bertujuan untuk meningkatkan kebutuhan konsumsi sayuran organik dan upaya memberikan kesadaran pada masyarakat untuk memilih sumber pangan yang alami demi kesehatan tetapi, memberikan edukasi  bagaimana bertani organik dengan biaya yang murah dan dapat meningkatkan hasil produksi pertanian. 

Karena itulah, kebutuhan bahan makanan yang sehat dikalangan masyarakat mendorong permintaan sayuran organik semakin tinggi. Walhasil, pasar ekspor. sejumlah jenis sayuran, kini laris manis. Sebut saja buncis prancis (french bean), tomat, brokoli, lotus (sejenis selada), pakcoy (sawi sendok), buncis jimbaran, lobak, daun bawang, daun seledri, dan parsley (seperti seledri), serta tanaman hias leatherleaf (pakis) dan lain-lain. Sejumlah komoditas itu dikirim ke Singapura, Malaysia, dan Jepang.

Sementara itu, Menteri Pertanian Suswono dalam berkali-kali mengingatkan agar petani beralih ke pertanian organik dan mendorong upaya pemerintah pusat dan daerah  dalam mengembangkan pertanian berbasis pertanian organik, karena selain lebih menyehatkan juga biayanya lebih murah dibanding menggunakan pupuk kimia.

Tak hanya itu, harga jual hasil pertanian organik menjadi cukup mahal bahkan dua kali lipat dibanding tanaman pangan non-organik sehingga jauh lebih menguntungkan bagi petani.

"Pertanian organik bagus dikembangkan karena bisa memberikan nilai tambah cukup besar yaitu biaya murah dan harga jual tinggi," katanya dalam acara Kongres Nasional III dan Workshop MAPORINA di Jakarta.

Suswono mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan tidur yang belum dipakai untuk dijadikan areal kebun.”Kebun tersebut bisa ditanami tanaman sayur-sayuran yang bisa dimanfaatkan untuk keperluan dapur sehari-hari,” ujarnya.

Menteri pertanian ini juga mengaku, deptan saat ini sedang melakukan pembinaan untuk petani holtikultura sehingga bisa menerapkan standar budidaya tanaman komoditi internasional. Ini meliputi kaedah penggunaan pestisida, serta pemupukan.
Memang , kemajuan hasil pertanian juga tergantung motivasi petani, mau apa tidak dalam mengembangkan sejumlah varietas unggulan. Dan beralih ke komoditi pertanian organik.dan tentunya mengetahui jalur distribusi pemasaran produk setelah dipanen.

Hal ini juga diamini oleh Ketua Dewan Pupuk Indonesia, Dr. Zaenal Soedjais, AK, isu pengembangan pertanian organik sudah semakin nyata. Tingkat kesuburan tanah yang merosot, pencemaran lingkungan, usaha pertanian konvensional yang semakin tidak konpetitif karena mahalnya pupuk kimia. Sedang satu sisi bahan baku pupuk organik banyak tersedia atau melimpah, teknologi proses produksi  yang relatif mudah serta prospek pemasaran yang menjanjikan. Semua ini mendorong untuk terciptanya pertanian organik yang kita harapkan. (A)


Forum EM



EM4 Tingkatkan Produksi Sayuran

Wajah Tubagus (47) dari desa  Karang Anyar Natar Lampung Selatan tampak berseri, ‘’Mau panen Kangkung dan Oyong nih,’’katanya. beberapa keranjang yang ada di dapur rumahnya mulai ia keluarkan dan segera bergegas ke lading yang luasnya lahan sekitar 600 m2.
Memang tidak seperti biasaya, beberapa tanaman kangkung dan sayuran oyong tampak segar,  berbuah banyak dan besar-besar. Semua itu karena dalam membudidayakannya menggunakan EM4 mulai dari pengolahan tanah hingga perawatan. Memang sejak Tubagus yang asli Banten ini, beralih ke pertanian organik setiap musim panen produksi selalu bertambah.
Begitu juga dengan sayuran cabai milik Ngateno (45) dari desa yang sama. Tanaman cabenya tumbuh subur dan buahnya rimbun. ‘’Dengan Aplikasi tenologi EM4, baik dalam pengolahan tanah dan  yang disemprotkan ketanaman setiap satu minggu sekali dengan dosis 10 cc EM4 yang dicampur satu liter air  ini,  terlihat sekali hasilnya, tanaman cabai lebih tinggi, rantingnya banyak, daunnya lebat dan buahnyapun lebih banyak, dan keunggulan lainnya cabai dengan teknologi EM4 ini lebih awet tidak gampang busuk,’’kata Ngateno
Memang,  agar tanaman tumbuh sehat, maka kesuburan tanah harus dijaga dengan selalu menambah bahan organik ke dalam tanah melalui pemberian pupuk alami atau bokashi yang telah difermentasi dengan EM4.
Jika perawatan maksimal diberikan selama proses budidaya tanaman holtikultura ini, maka peluang sukses meraup untung dari tanaman sayuran dapat  dinikmati. Memang secara tampilan (fisik) sayuran organik sama dengan hasil dari sayuran biasa (konvensional) tetapi jika diuji secara klinis memperliatkan adanya perbedaan yang nyata kandungan gizi.  Tanaman sayuran organik kadarnya jauh lebih tinggi dibandingkan produk pertanian konvensional.
Begitu juga dengan kapasitas hasil panennya, pertanian organik mampu menghasilkan sayuran jauh lebih banyak. Karena itu pertanian organik dinilai lebih menguntungkan, karena nilai jual produknya lebih tinggi dibanding produk pertanian anorganik. 
Apalagi dengan menggunakan teknologi Effective Microorganisme (EM4) yang merupakan kultur campuran dari mikroorganisme yang menguntungkan bagi pertumbuhan tanaman sayur. EM ini diaplikasikan sebagai inokulan untuk meningkatkan keberagaman dan populasi mikroorganisme di dalam tanah sebagai media tanaman yang selanjutnya dapat meningkatkan kesehatan, pertumbuhan, kuantitas dan kualitas produk tanaman.
Kultur EM juga tidak mengandung suatu mikroorganisme asing. EM terbuat dari kultur campuran spesies mikroorganisme alami terdapat dalam lingkungan alam manapun.
Hasil penelitian telah menunjukan bahwa pemberian EM sebanyak 4 kali pada tanaman , contohnya padi, sayuran, palawija dan lain-lain. Dari minggu pertama sampai minggu ke enam dalam interval waktu 7 -10 hari, dapat memperpanjang efektivitas EM. Kombinasi perlakukan EM dan pupuk organik (pupuk kandang, pupuk hijau, dll) akan mempercepat perkembangan populasi EM di dalam tanah sehingga efektivitasnyapun meningkat.

Bahan-bahan organik pupuk kandang, pupuk hijau atau sisa-sisa limbah rumah tangga yang difermentasi oleh EM, hasil fermentasinyanya berupa gula alcohol, asam laktat, asam amino dan senyawa organik lainnya, yang dapat diserap langsung oleh perakaran tanaman. (A)

Forum Usaha

Dengan EM4, Bobot Kambing Naik 4 Kilogram Perbulan

Bahan-bahan organik atau limbah pertanian menjadi pakan yang bermutu tinggi untuk ternak kambing namun saratnya harus difermentasi dengan EM4. Dengan fermentasi EM4, berat ternak kambing bisa naik 4 kilogram perbulan.

Limbah pertanian seperti jerami, limbah jagung,  kulit kacang tanah dan lain-lain masih memiliki nilai kandungan gizi yang banyak sehingga masih dimungkinkan sebagai pakan ternak terutama kambing. Dengan kondisi sekarang ini, bisnis penjualan kambing sangat menguntungkan. terlebih ketika menjelang hari raya Idul Adha, selamatan, akikah, dan sebagainya. Tidak heran jika banyak yang memprediksi bahwa sampai kapan pun, ternak kambing merupakan bisnis yang potensial.
Inilah yang melatar belakangi  Kunto Setyono BE, SE Ketua LSM dan Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Rejo Mulyo Karto Harjo Madiun Jawa Timur, untuk membantu petani dalam meningkatkan pendapatan petani di wilayahnya tersebut.
Menurut Kunto, animo masyarakat untuk terjun dan menekuni bisnis jual beli kambing belakangan ini terlihat semakin meningkat. Menjelang Idul Adha harga domba jantan biasanya  minimal Rp 1.000.000,00/ekor ukuran sedang, sementara yang besar di atas Rp 1 juta/ekor, dengan kenaikan harga per tahun selisihnya rata-rata Rp 200.000,00/ekor sampai Rp 300.000,00/ekor.
Melihat peluang tersebut, masih sangat mungkin ternak domba dan kambing. Karena tidak hanya produk dagingnya yang bisa menjadi komoditas bisnis, namun juga peluang terbuka untuk industri pupuk organik, dan lain-lain.
Kunto juga menjelaskan, sistem pemeliharaan domba dapat dilakukan secara intensif dalam kandang beterei berukuran  1 m x 80 cm untuk setiap 2 ekor domba. Domba tidak digembala, pakannya bukan rumput, melainkan hasil fermentasi berbagai bahan limbah pertanian. Bahan baku berasa dari limbah pertanian yang banyak dijumpai di pedesaan, misalnya jerami, kulit kacang dan kedelai, janggel jagung, kulit buah kopi, kulit buah cacao, bekatul dll. Untuk meningkatkan gizinya ditambah tepung susu dan tepung ikan.
Sebagai starter fermentasi digunakan EM4, pemberian pakan 2 kali sehari pagi dan sore, minuman selalu tersedia. Untuk mencegah bau tak sedap, secara rutin kandang dan tempat kotoran disemprot dengan larutan EM4 seminggu sekali. Kotoran domba yang terkumpul dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku biogas, sebelum diolah menjadi pupuk organik. Selain itu dapat digunakan sebagai penumbuh pakan alami memelihara ikan.
Cara ini diyakini sangat efisien dan menguntungkan, karena peningkatan berat badan domba 2 – 4 kg/bulan. Ini sangat cocok untuk pengadaan domba dalam jumlah besar, misalnya untuk pengadaan hewan qurban.

Pembuatan pakan fermentasi Bahan Bakunya adalah :
1.     Jermi padi (digiling)
2.     Titen / kulit dan batang kedelai atau kacang hijau (digiling)
3.     Kulit kacang tanah (digiling)
4.     Jagung (digiling)
5.     Janggel Jagung dan Klobot (digiling)
6.     Tepung Gaplek / tepung tapioca
7.     bungkil kelapa (lembut)
8.     Tepung ikan
9.     Bekatul

Dekomposer
EM4, molase, garam grosok tanpa yudium 0,5 kg, air sumur 20 liter, vitamin multimix 1 buah, jamu ternak (bisa dipakai bisa tidak) 1 liter
bahan decomposer diaduk secara merata

Cara dan Proses Fermentasi
Komposisi bahan baku terdiri dari jerami dan titen 35 %, jagung , jangger dan klobot 15 %, kulit kacang tanah 10%, caplek  13%, bekatul 10%, bungkil 15%, tepung ikan 2 % dan semua bahan diaduk secara merata.

Semua bahan baku dibasahi dengan larutan decomposer secara merata. Untuk campuran ini dibutuhkan kadar air 15 – 20 % (jangan terlalu basah). Setelah tu msukkan campuran dalam tong plastic dan di ditekan-tekan sampai padat. Tong tutup rapat, jangan sampai bocor, agar tidak terkontaminasi dengan udara luar, simpan ditempat yang kering.

Fermentasi membutuhkan waktu minimal 4 hari, makin lama makin baik, tanda proses fermentasi berhasil adalah warna pakan kuning kecoklatan, aromanya tape dan permukaannya tumbuh jamur seperti kapas. Dalam 1 bulan dapat meningkatkan bobot domba atau kambing sekitar 4 kilogram. (A)

EM Coner Jawa tengah1

EM4  Tingkatkan Kesehatan Budidaya  Ikan Gurame

Dengan aplikasi EM4 secara rutin, kesehatan ikan gurame bisa terjaga dari  serangan penyakit akibat akumulasi sisa pakan dan kotoran ikan, bahkan membantu mengurangi amonia sehingga dapat mencegah bakteri pathogen di dasar kolam, tak hanya itu EM4 pun, dapat membentuk plankton dan menghasilkan oksigen terlarut

Memang ikan gurame merupakan ikan konsumsi air tawar yang banyak digemari masyarakat karena kelezatannya. Dagingnya yang tebal dan gurih menjadikan ikan konsumsi ini banyak digemari banyak orang. Meskipun harganya relatif mahal, penggemar ikan ini tetap banyak dan semakin bertambah terbukti kebutuhan pasar tradisional dan supermarket terhadap komoditi ikan gurame  terus meningkat.

Adalah Wagiran mantan pecandu narkoba yang berhasil membudidaya ikan gurame dan lele di kolam terpal dan membentuk Kelompok Pembudi-daya Ikan Trunojoyo, di Kulonprogo, Yogyakarta. Dengan usaha itu, kini, ia berhasil mengangkat tingkat kesejahteraan masyarakat Kulonprogo Yogyakarta

Keberhasilan membudidaya ikan gurame tak lepas dari usahanya yang gigih mempelajari bagaimana kesehatan ikan gurame bisa tetap prima selama budidaya. Karena menurutnya, kesehatan ikan sangat penting dalam menunjang pertumbuhan ikan. ‘’Kesehatan ikan tentunya tak lepas dari penerapan teknik budidaya, misalnya melakukan penggaraman, penyifonan dan pemberian probiotik seperti EM4,’’katanya.
‘’Gurame memang tergolong ‘cengeng’ dengan fluktuasi suhu dan pH. Untuk mensiasatinya, Waguran menggunakan EM4 dan tetes tebu atau molase setidaknya seminggu sekali.  EM4 dan molase diencerkan, kemudian diseprotkan ke pakan sebelum diberikan kepada gurame. Dengan cara ini kesehatan dan daya tahan tubuh ikan akan meningkat. Molase dan EM4 itu memiliki mineral yang tinggi bak untuk merangsang imunitas. Jadi bukan hanya energinya yang bagus bagi ikan,’’jelasnya.

Untuk menunjang pertumbuhan gurame di kolam terpal, Wagiran memberikan EM4. probiotok EM4 merupakan  bakteri menguntungkan yang berguna untuk menjaga kondisi lingkungan hidup gurame.agar ikan gurame tetap sehat. Selain itu, penggunaan EM4  juga mampu menjaga kesehatan pencernaan ikan sehingga penyerapan nutrisi pakan menjadi lebih optimal.

EM4 Perikanan yang memiliki kandungan bakteri laktobasillus bermanfaat untuk mengoptimalkan penyerapan nutrisi pakan sehingga penggunaan pakan menjadi lebih efisien. Dengan demikian, konversi pakan terhadap pertambahan bobot (FCR) menjadi lebih optimal. Salah satu cara untuk mencapai kondisi ideal adalah dengan menggunakan probiotok EM4.

”Sesuai tujuan awal, Wagiran memelihara ikan adalah untuk proses pemberdayaan, jadi tidak ada yang ditutup-tutupi. Itulah sebabnya banyak orang baik secara kelompok maupun secara pribadi berkunjung ke ‘Gubug’ Trunojoyo untuk sekedar berbagi atau sharing,” lanjutnya serius.

Jumlah kelompok yang tergabung dalam kelompok Trunojoyo ini sudah berjumlah sekitar 350 kelompok. Satu kelompok berjumlah 20 orang. Mereka memelihara ikan gurame dan lele di 1.200 petak kolam. Satu petak kolam pemeliharaan ini memiliki ukuran 4x8 m2. 
Berkat usaha budi daya ikan ini pula, cita-cita Wagiran untuk meningkatkan kesejahteraan warga Kulonprogo tercapai. Kondisi ekonomi anggota kelompok Trunojoyo boleh dibilang berbalik 180 derajat.(A)

Advertorial

Aplikasi EM4 Timun California Rajin Berbuah


Siapa sangka mentimun hasil budidaya warga Bali, bisa  menembus pasar Malaysia. Tidak hanya itu, kebutuhan timun  di rumah makan cepat saji sekelas KFC dan MC donald juga dipasok dari kebunnya. Usaha tersebut tak lepas dari kegigihan seorang Nyoman Darmawan, yang sukses membudidayakan timun california
Pada lahan yang tak begitu luas, tepatnya di Pelaga sebuah desa yang termasuk kecamatan Petang yang terletak paling ujung utara Kabupaten Badung, Nyoman  mengembangkan timun california organik. Budidaya timun masih dilakukan cara tradisional dan jauh dari sentuhan teknologi modern. Namun,  Timun colifonia  yang di tanam  pria kelahiran Banjar Tuyan, Desa Pelaga Kecamatan Petang, Kabupaten Badung Bali ini, mempunyai  kualitas ekspor  dan nilai jual tinggi.
Senyum puas terlihat dari bibir nyoman yang baru saja panen mentimun. Mentimun yang ia tanam tumbuh subur dan  berbuah lebat, ukuran timun yang tumbuh hampir seragam dan serentak. Sebanyak 300 kilogram timun califonia perhektar dapat ia panen, Ia senang sekali, panen timun kali ini mengalami peningkatan dari sebelumnya. 
Keberhasilan ini, tak lepas dari perawatan serta pemupukan yang tepat, selama ini Nyoman mengaku menggunakan pupuk EM4. ”Sebelumnya, pakai pupuk organik merk lain, tapi tidak ada hasil, tanaman kurus dan buah timun kecil-kecil ,”jelasnya. Pupuk EM4 ia ketahui dari petani sukses ditempat lain di Bali, ia pun beralih menggunakan EM4.  Dan hasilnya, tanaman tumbuh subur, daun lebat, timun juga  rajin berbuah, panen bisa dilakukan berulang-ulang,”terang bapak dua anak ini.
EM4 merupakan pupuk cair organik yang banyak mengandung mikroorganisme menguntungkan. EM4 diproduksi oleh PT.Songgolonggit persada mempunyai kemampuan memperbaiki kualitas tanah dan meningkatkan hasil pertanian, EM4 sudah lama digunakan oleh petani  di Indonesia, karena dapat menyuburkan tanah, dan meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian.” saya tidak ragu lagi pakai EM4 dan terbukti, timun califonia dapat tumbuh baik dengan produksi buah maksimal.”ungkap Nyoman saat ditemui Majalah EM Forum  di Bali belum lama ini.
Timun varietas california, berasal dari California Amerika Serikat, timun jenis ini mempunyai rasa gurih, tektur  renyah serta daging buah  tebal.  Timun california, biasanya dapat dimakan mentah atau dihidangkan  dalam hamburger , salad, acar  dan pelengkap makanan lainnya. Tumbuhan yang tergolong dalam (Cucumis sativus L.; suku labu-labuan atau Cucurbitaceae) bisa menghasilkan 20 buah dalam satu tanaman. Memiliki umur  penen 4-5 minggu.
Untuk budidaya timun california, nyoman menggunakan pupuk kandang, Pupuk dibuat dari kotoran sapi  dan ayam kemudian difermentasi  EM4.’ Bahan pembuatan pupuk terdiri   80 persen kotoran hewan dan sisahnya, 20 persen  bahan organik lain, bahan tersebut difermentasi menggunakan EM4 selama tujuh hari,” terangnya. Setelah itu,  pupuk diaplikasikan pada lahan.
Pupuk dasar menurut  Nyoman  perlu diberikan pada lahan, terutama pupuk organik untuk mengembalikan kesuburan tanah,  Menurutnya, tanaman dapat tumbuh maksimal pada media sehat, pemberian pupuk organik perlu dilakukan  untuk meningatkan kualitas tanah dan mikroorganisme tanah.
Untuk pemeliharan, tanaman timun  tiap minggu rutin disiram campuran   air  dan  larutan  EM4  plus air seni sapi. “Kebutulan kita menerapkan pertanian terintergrasi, kotoran sapi, ayam dan air seni diberdayakan.  air seni sapi dicampur EM4 merupakan pupuk cair yang dapat  meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit” jelasnya.  
Melalui pupuk organik yang diterapkan, timun california dapat tumbuh maksimal, dan menghasilkan timun califonia dengan kualitas Ekspor. Untuk saat ini, timun callifornia dipasok Nyoman untuk memenuhi kebutuhan rumah makan cepat saji diseluruh Indonesia dan ekspor ke negara Jiran Malaysia.. Timun california mempunyai prospek cerah di Indonesia, dan belum banyak yang mengembangkannya, Nyoman mengaku kewalahan untuk memenuhi permintaan pasar karena keterbatsan produksi. Seperti permintaan Negara Singapura yang tidak bisa terpenuhi karena keterbatasan produksi.***

Senin, 20 Februari 2012

EM Coner Bali

EM4 Menepis Kekhawatiran Akan Penyakit Pada Ayam Arab

Ayam arab pada masa sekarang ini agaknya mulai menjadi alternatif yang menjanjikan untuk menopang ekonomi pendapatan rumah tangga, bahkan jika diusahakan dengan sungguh-sungguh dan menjaga kebersihan lingkungan ternak dengan teknologi yang tepat seperti penggunaan EM4, setidaknya dapat menepis rasa kekhawatiran tentang penyakit berbahaya bagi manusia seperti flu burung.

Hal inilah yang dilakukan Ketut Darmawan yang beternak ayam arab di belakang rumahnya di Desa Tangkas Kabupaten Klungkung Bali. Dengan menggunakan Produk EM4, ternak ayam arannya itu terbebas dari penyakit. ‘’ Dengan lingkungan yang bersih tak hanya ternak yang metasa nyaman tetapi lingkungan sekitarpun tak terganggu karena bau yang kurang sedap. Dengan EM4 bau yang menyengat dari kotoran ayam tersebut dapat diredm,’’kata Ketut yang saat ini bekerja di Dinas Peternakan ini.

Istilah ayam buras muncul pd awal dekade 1980-an, ketika Pemerintah RI mengenalkan program Intab. Program ini berupaya meningkatkan produktivitas & daya reproduksi ayam kampung, melalui pemeliharaan semi-intensif (umbaran terkurung) & pemeliharaan intensif (kandang batterei & litter).

Di Indonesia, Ayam arab pertama kali dipelihara di Malang, tahun 1995, dan dipelihara bersama-sama ayam kampung dalam sistem pemeliharaan ekstensif (diumbar). Tentu keturunan ayam arab ini sudah tidak murni lagi, telah terjadi  persilangan antara ayam arab dan ayam kampung.

Secara genetis ayam arab tergolong galur ayam buras yang unggul, karena memiliki kemampuan produksi telur yang tinggi. Kebanyakan masyarakat memanfaatkan Ayam Arab untuk menghasilkan telur bukan daging

Keunggulan Ayam Arab antara lain:
·        Harga DOC tinggi dibandingkan ayam kampung biasa
·        Berat telur 30-35 gram.
·        Warna kerabang telur putih
·        Harga induk tinggi
·        Ayam Arab termasuk tipe ayam kecil sehingga konsumsi pakan relatif lebih sedikit sehingga lebih efisien
·        Libido seksualitas jantan lebih tinggi, mudah dikawinkan dengan ayam lain, dalam 15 menit bisa tiga kali kawin
·        Bisa dijadikan untuk perbaikan genetik ayam buras Sifat mengeram hampir tidak ada, sehingga waktu bertelur panjiang.
·        Kelemahan Ayam Arab antara lain:
·        Wama kulit dan daging hitam sehingga harga jual afkirnya bisa menimbulkan masalah
·        Sifat mengeram hampir tidak ada, sehingga apabila dikembangkan di masyarakat harus ditetaskan di mesin tetas atau menggunakan ayam lain
·        Harus dipelihara secara intensif untuk mendapatkan produksi tinggi sesuai dengan kemampuan genetisnya – Bobot badan afkir rendah mencapai 1,1-1,2 kg 

      Dari segi keuntungan bisa diprediksi jika jumlah pakan untuk ayam arab per 1000 ekornya adalah 80 kg, jadi jumlah biaya untuk pakan sebesar 80X3500=280.000. Sedangkan jumlah produksi telur biasanya berkisar 65%. Jadi BEP pakan saja 280.000/650= 430. Jadi secara kasar jika harga telur ayam arab sekitar 600 an, masih ada sisa sekitar 170 rupiah per butir. 

    Dari hasil beternak ayam arab ini Ketut Darmawan merasa optimis jika dikelola dengan tekun, sungguh-sungguh dan telaten akan mampu menghasilkan keuntungan ekonomis bagi pendapayan keluarga. (A)