Selasa, 22 Mei 2012

FORUM INTERNASIONAL

Senayan Perhatikan Lingkungan Yang Nyaman 

Pengolahan air limbah pada umumnya dilakukan dengan menggunakan metode biologi. Metode ini merupakan metode yang paling efektif dibandingkan dengan metode kimia dan fisika. Proses pengolahan limbah dengan metode biologi seperti bakteri pengurai yang terdapat di produk EM4 merupakan  metode yang memanfaatkan mikroorganisme sebagai katalis untuk menguraikan material yang terkandung di dalam air limbah.
Pengolahan limbah dengan teknologi EM4 menjadi konsen Plaza Senayan dalam mengolah limbahnya. Sebab menurut Kartiwa, EM4 juga mampu menurunkan kadar BOD dan COD. Sehingga air limbah yang telah diolah dapat dimanfaatkan untuk menyiram bunga yang ada dilingkungan gedung. ‘’Teknologi EM merupakan salah satu inovasi untuk membantu efisiensi kerja IPAL dengan mengurangi pemakaian  tenaga yang tidak perlu dalam pengolahan air limbah,’’katanya.
Menurut Kartiwa, dengan  mencampurkan EM4 + Molase + air bersih / air  (1 : 1 : 18) secara merata kemudian fermentasi selama 3-7 hari, lalu tuangkan pada limbah secara kontinyu sesuai dengan debit air limbah masuk (inlet), kemudian diberikan perlakuan mekanis dengan aerator/blower sederhana. Untuk memperoleh hasil yang bagus, penambahan larutan EM4 dapat dilakukan setiap hari. ‘’Inilah kegiatan sehari-hari pengolahan limbah di Plaza Senayan Jakarta ini,’’lanjutnya.
Memang, limbah merupakan suatu permasalahan yang sering dihadapi industri, perkantoran dan  hotel. Limbah tersebut berasal dari pembuangan air kotor kamar mandi, dapur, laundry yang berupa campuran bahan organik terdiri atas nitrogen, karbohidrat, lemak dan protein yang bersifat tidak tetap dan menjadi busuk (berbau). Selain itu, juga mengandung bakteri yang bersifat pathogen sehingga membahayakan kesehatan manusia, menimbulkan kerusakan lingkungan dan merusak keindahan (estetika).
Sifat-sifat inilah yang membuat perlunya penanganan limbah agar tidak mengganggu kenyamanan lingkungan sekitar gedung.
Pengolahan air limbah ditujukan untuk mengurangi kandungan bahan pencemar di dalam air. Seperti senyawa organik padatan tersuspensi dan mikroba pathogen. Proses pengolahan air limbah dilakukan sampai batas tertentu sehingga air limbah tidak mencemarkan lingkungan hidup.
Berbagai kendala masih menghadang pihak industri dalam upaya melakukan pengolahan air limbahnya agar sesuai dengan ketentuan baku mutu. Kendala-kendala tersebut antara lain (persepsi tingginya) biaya yang harus ditanggung, baik biaya pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) maupun biaya operasional,  ketersediaan lahan yang sempit, faktor sumber daya manusia (SDM) yang tidak mencukupi dan sebagainya. Biaya pengolahan air limbah yang tinggi bisa ditekan dengan pemilihan teknologi pengolahan air limbah yang tepat. Salah satunya dengan penggunaan Teknologi EM.  Sedang manfaat  teknologi  EM4 untuk penanganan limbah ini
  1. Menghilangkan bau yang tidak sedap karena EM mampu  menangkap H2S dan NH3 mengubahnya menjadi senyawa yang tidak berbau.
  2. Mempercepat proses penguraian lemak yang terkumpul di “grease trap” sehingga larut bersama air limbah.
  3. Menurunkan kadar BOD dan COD. Sehingga Air limbah yang telah diolah dapat dimanfaatkan kembali untuk keperluan garden .
  4. Kamar mandi, toilet dan dapur menjadi lebih bersih dan mudah dibersihkan.
  5. Pada system daur ulang limbah EM dapat membantu menekan pertumbuhan jamur dan menjadikan kotoran menjadi lembut dan mudah dibersihkan.
  6. Kamar mandi, toilet dan sinks di dapur serta taman yang  terkena pemakaian  EM  akan terjaga dari jamur dan bakteri yang merugikan.
  7. Tidak merusak lingkungan, aman bagi manusia, hewan dan tanaman.
 Pemakaian teknologi EM4  secara teratur mutlak dilakukan di Plaza Senayan ini yang  terletak di pusat kota dan pusat perbelanjaan  terbesar di Jakarta. Di samping itu Plaza Senayan berada dikawasan bisnis terkemuka dikelola dan dikembangkan oleh PT Senayan Trikarya Sempana (STS).***AGS

EM Coner 1

Dengan EM4 
Produksi Pepaya  Lebih Tinggi

Pertumbuhan pohon pepaya yang diolah dengan teknologi EM4 menunjukan tingkat pertumbuhan yang maksimal.Sehingga usaha ini sangat menguntungkan. Apalagi kebutuhan buah pepaya terutama di Bali sangat besar.

‘’Kebutuhan komoditi pertanian seperti pepaya organik, cukup besar di Bali dan mencapai 50-60 ton per hari,’’jelas sutarto. petani yang mengembangkan agrobisnis pepaya di wilayah Bali
Pepaya organik yang dikembangkan Sutarto, ada beberapa jenis seperti pepaya Bangkok, Thailand dan Red Lady serta California. Keunggulan pepaya Bangkok besarnya mencapai berat 2-3 kg, dan ternyata setelah dikembangkan di Bali hasilnya lebih bagus rasanya lebih manis meski pertumbuhannya hampir sama dengan pepaya lainnya. Jadi menanam dari umur sekitar dua bulan sampai umur empat bulan sudah berbunga enam bulan kemudian sudah berbuah dan sudah memulai panen. Untuk satu pohon jika dipelihara secara bagus akan menghasilkan buah sebanyak seratus buah selama dua tahun.
Untuk perawatan, pemupukan menggunakan teknologi EM4, baik cair (urine sapi yang telah difermentasi dengan EM4) juga dengah pupuk bokashi. Untuk pupuk cairnya dengan cara dikocor. Perawatan sampai umur dua bulan menghabiskan pupuk cair 1-1,5 liter untuk satu pohon, setelah dewasa pupuk cair yang digunakan mencapai 10-15 liter, setelah berbuah menghabiskan pupuk cair 30-35 liter. Sedangkan pupuk padat (bokashi) digunakan pada waktu  menanan dengan perbandingan dalam 1 hektar digunakan 10 ton bokashi.
Pepaya organik merupakan pepaya dalam sistem budi dayanya menerapkan penggunaan produk-produk organik seperti pupuk organik (EM4), pestisida organik serta zat perangsang organik. Untuk pupuk yang digunakan berasal dari kotoran ternak yang difermentasi dengan EM4, kemudian pestisida dari tanaman-tanaman obat dan zat perangsang dari rumput laut.
“Untuk teknik budi daya pepaya organik kami, seratus persen menggunakan pupuk organik,” katanya.
Sutarto mengungkapkan, pengembangan tanaman pepaya organik yang dilakukan pihaknya terdapat dibeberapa tempat seperti di Ubud, Payangan, Karangasem serta Klungkung, dengan target ditiap kabupaten minimal membudidayakan pepaya organik masing-masing seluas 5 hektar.
“Budi daya pepaya organik cukup prospektif dikembangkan di Bali, apalagi melihat peluang pasarnya yang sangat terbuka lebar, maka target kami membudidayakan pepaya organik seluas masing-masing 5 hektar bisa memenuhi permintaan pasar,'' katanya.
Menurut Sutarno, petani yang mengembangkan agrobisnis pepaya di wilayah Bali, agak terhalang dengan beberapa kendala diantaranya hama putih yang menyerang, namun petani harus kreatif untuk mengatasi bisa dilakukan dengan menyemprotnya dengan menggunakan pestisida organik dengan menggunakan tanaman obat yang diekstrak  dengan EM4.caranya
Untuk membudidayakan pepaya tersebut lahan yang paling bagus yaitu di bawah lima ratus meter dari permukaan laut, kalau di atas cenderung pepaya terasa pahit, sebab penyinaran kurang yang mengakibatkan getah tidak akan pecah, jika menanam di bawah lima ratus terkena sinar getah akan pecah dan buahnya akan terasa manis.
Secara hitungan ekonomis, untuk satu pohon sampai panen menghabiskan biaya sebesar Rp 20 ribu, sedangkan harga jual pepaya Rp 7 ribu-Rp 15 ribu per buah. “Bahkan, saya pernah jual pepaya organik dengan harga Rp 50 ribu per buah di Ubud,” ujarnya.
Untuk produksi, karena baru pengembangan di Bali pihaknya belum bisa menutupi permintaan pasar di Bali sebesar 50-60 ton, pihaknya hanya mampu memproduksi pepaya 500 kg- 1 ton, dan kalau panen bagus bisa mencapai 5 ton.“Petani pepaya tidak akan kesulitan akses pasar, sebab permintaan masih banyak. Saya bisa menampung hasil petani hingga mencapai 6 ton," katanya. (Ilham/A)

EM Coner 2

Dengan EM4
Sapi Sehat, Kotorannya  Berkualitas 

Penggunaan EM4 untuk ternak membawa keuntungan tersendiri. Pasalnya ternak sapi yang menghasilkan pupuk kandang sangat bermutu untuk tanaman padi organik. Dengan memelihara sapi, Pono’ (58) Ketua Gapoktan di Desa Kuwu Balerejo Madiun Jawa Timur tidak memerlukan pupuk lagi untuk kebutuhan sawahnya bahkan bisa mensuplai pupuk untuk kelompok tani yang dipimpinnya.

Untuk pakan ternaknya sendiri, Pono menggunakan jerami padi yang difermentasi dengan EM4. Dan itupun menjadi pakan yang bermutu tinggi bagi hewan peliharaannya. Dilahan pertanian, limbah pertanian berupa jerami selama ini menjadi “barang” buangan  yang disingkirkan melalui dibakar. Limbah jerami menjadi halangan petani saat melakukan pengolahan tanah. Dengan Teknologi EM, limbah pertanian bisa digunakan pakan sapi yang memiliki kualitas gizi baik
Jerami padi merupakan limbah yang dapat dijadikan pakan ternak bahkan dapat disimpan sebagai persediaan pakan untuk jangka waktu yang lama. Dengan teknologi EM4 kandungan jerami yang semula rendah menjadi lebih berkualitas. jerami yang difermentasi dengan EM4 terjadi peningkatan protein kasar. Protein kasar jerami dari 3,50 % naik menjadi 7,05355, serat kasarnya dari 35,0 % turun menjadi 25,5949. Kesimpulannya, setelah difermentasi terjadi peningkatan protein kasar sebesar  4,05355 %. dan penurunan serat kasar sebesar 4,405075 %.
Penggunaan Effektif Mikroorganisme (EM4) untuk ternak sapi membawa hasil yang cukup lumayan. Pertumbuhan ternak sapi lebih cepat, sehat dan tak mudah terserang penyakit. Tak hanya itu, lingkunganpun.terjaga.’’Pokoknya tak terlalu menyengat bau kotoran,’’kata nya
Pono telah membuktikannya. ‘’Sebelum memakai EM4, ternak sering terkena penyakit, setelah menggunakan EM4 jarang sekali terkena penyakit bahkan bertambah gemuk. Penyakit pada ternak bisanya cacingan, mencret-mencret serta gatal-gatal. Karena pengaruh bau kotoran sehingga mengundang hama dan lalat untuk datang ke kandang tersebut. Namun sejak menggunakan EM4 beternak sapi menjadi sesuatu yang menyenangkan dan tidak memakan waktu untuk pemberian pakan. Pertumbuhan sangat cepat,  3 bulan saja sapi sudah gemuk,’’katanya.
 Memang, pria bersahaja ini merasakan betul manfaat setelah menggunakan EM4. Menurutnya sebelum menggunakan EM4, pertumbuhan sapi agak lamban. biasaya 6 bulan ke atas pertumbuhannya baru bisa kelihatan.
             Dengan mengaplikasikan teknologi EM4 Peternakan, Pono memanfaatkan kotoran ternak sapinya untuk menjadi Bokashi Pupuk Kandang yang dipergunakan untuk memupuk kebun padinya. Selain itu, ia juga menjadikan lahan ternaknya sebagai pusat pengolahan bokashi.
‘’Penggunakan Teknology Effektif Microorganisme (EM4), limbah yang dihasilkan dari kotoran Sapi telah dimanfaatkan untuk membuat bokashi  yang bermanfaat bagi tanaman. Tak hanya itu, dengan teknologi EM4 peternakan ini, menjadi solusi pencemaran udara karena bau tak sedap yang dihasilkan dari kotoran ternak,’’katanya.
            Kandang Sapi yang berada di seputar pemukiman ini, sebelumnya banyak dirisaukan penduduk sekitar. Sebab bau limbah yang dihasilkan dari kotoran hewan sangat mengganggu sehingga  Pono berpikir keras untuk menangani masalah yang dikeluhkan warga tersebut.
            ‘’Sebelumnya, kotoran sapi yang menggunung ini, saya jadikan pupuk kandang dengan cara  alami dan dibiarkan begitu saja. Namun cara ini mengundang bau tak sedap sehingga banyak warga setempat memprotes keberadaan lahan ini,’’katanya.
            Keuntungan lain menggunakan EM4, pada areal kandang ternak tidak lagi berbau sehingga tidak mengundang lalat untuk datang dan tidak mendapat komplen dari warga sekitar.
  (A) 

EM Coner 3


Berkat EM-4
Sayuran Sawi Lebih Subur dan Bebas Hama 

Di antara tanaman sayur-sayuran yang mudah dibudidayakan adalah sawi. Petani biasanya mengenal 3 macam sawi yang biasa dibudidayakan yaitu, sawi putih (sawi jabung), sawi hijau, dan sawi huma. Masyarakat juga  mengenal caisim alias sawi bakso, sawi keriting dan sawi- sawi lainnya.
Caisim yang juga disebut sawi cina ini, adalah  jenis sawi yang paling banyak dijajakan di pasar-pasar dewasa ini. Tangkai daunnya panjang, langsing, berwarna putih kehijauan. Daunnya lebar memanjang, tipis dan berwarna hijau. Rasanya yang renyah, segar, dengan sedikit sekali rasa pahit. Selain enak ditumis atau dioseng, juga dipergunakan untuk pedangan mie bakso, mie ayam, atau restoran cina
Karena caisim ini sangat mudah dikembangkan dan banyak kalangan yang menyukai dan memanfaatkannya, maka sangat potensial untuk dikomersialkan dan prospeknya sangat baik.
Memang, sayuran segar dan sehat menjadi dambaan konsumen. Segar belum tentu sehat, kecuali pertanian tersebut sudah mendapat label organik yang ditritment dari hulu ke hilir tanpa kimia setetespun. Lalu pertanyaannya, kalau sayuran sawi yang banyak hamanya, bagaimana menghalaunya tanpa pestisida kimia? Jawabnya, bisa dengan EM-4 yang dibuat menjadi pestisida organik.
          ‘’Pada awalnya pestisida kimia itu berasal dari pestisida organik. Jadi pestisida kimia meniru rasa atau bau tanaman yang tidak disukai hama,  misalnya jenis tanaman obat seperti brotowali, bawang putih, sambiloto dan jenis lainnya,’’kata Suhanda, seorang mahasiswa perguruan tinggi swasta jurusan pertanian di Jakarta.
          Menurunya, hama sawi ini sangat banyak, misalnya, ulat titik tumbuh,  ulat tritip, siput, ulat thepa javanica, cacing bulu. Sedang penyakitnya adalah, penyakit akar, busuk akar, bercak daun, busuk daun dan lain-lain.
          Tetapi dengan pestisida organik dengan menggunakan tanaman obat yang difermentasi dengan EM-4 secara rutin, semua hama dan penyakit dapat dihalau. ‘’Contohnya sawi-sawi disini jarang sekali yang terkena hama dan penyakit dan pertumbuhan tanaman pun sangat subur,’’katanya.
‘’Dengan daun yang segar dan  bebas residu kimia, karena menggunakan pestisida organik yang difermentasi dengan EM-4, sawi yang dibudidayakan bebas dari pengaruh pestisida dan insektisida kimia yang mengganggu kesehatan manusia,’’katanya
Tak hanya itu penggunaan pupuk bokashi yang difermentasi dengan EM-4 juga menunjukan tingkat keseburan dan daya tahan terhadap hama sangat tinggi dibandingkan dengan tanaman sayuran yang tidak menggunakan pupuk bokashi.
Jadi tandas  Suhanda, pengaruh penggunaan EM-4 untuk tanaman sayur sangat berpengaruh pada produktifitas dan hasil pertanian sehingga para petani bisa menikmati hasil yang maksimal dengan biaya yang  relatif murah.
‘’Dalam waktu  2 bulanan sawi sudah bisa dipanen dengan hasil  yang cukup memuaskan. Daunnya lebih lebar, warna daunnya lebih hijau dan segar dam tahan terhadap penyakit sehingga bebas dari pestisida dan konsumen bisa lebih aman mengkonsumsinya,’’katanya.
Cara penggunaannya pupuk bokashi juga sangat mudah. Cukup dengan memfermentasi pupuk kandang dengan menggunakan EM-4 selama satu minggu. Setelah matang menjadi bokashi padat, bisa langsung diaplikasikan di ladang.
 Dari hasil tersebut dapat diketahui perlakukan bokashi  memberikan hasil tertinggi untuk komponen pertumbuhan (tinggi tanaman dan jumlah daun), Hal ini disebabkan karena adanya kandungan N (Nitrogen) yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakukan lainnya (tanpa bokashi). Hal ini sesuai teori bahwa unsur Nitrogen yang banyak akan menyebabkan pertumbuhan vegetatif berlangsung cepat. ‘’Memang EM-4 dapat memacu pertumbuhan tanaman dengan mengeluarkan zat pengatur tumbuh,’’katanya.
Mau Sayurannya subur dan bebas hama serta aman di komsumsi!! tunggu apalagi, pakai saja EM-4, probiotik yang terbukti meningkatkan produksi pertanaian.*

EM Coner 4


EM4 Atasi Limbah Restoran Dapoer Handayani 
  
Dapoer Handayani, merupakan satu-satunya restoran yang  peduli terhadap limbah organik.  Dengan  EM4,  limbah organic restoran berupa sisa-sisa makanan, sayuran, daging serta kulit telor, diolah menjadi kompos atau bokashi. Selanjutnnya diaplikasikan pada aneka tanaman yang ada di seputar restoran.

    Ibu Pohan, pemilik restoran Dapoer Handayani, mengatakan selama ini sampah restoran dibiarkan saja menumpuk dan menjadi sarang penyakit. Masalah timbul ketika petugas kebersihan tidak datang, sampah yang menumpuk menimbulkan bau tak sedap. “Baunya kadang sampai ke lobi restoran, ini sangat menganggu tamu, jika dibiarkan bisnis ini dapat teranggu,” terangnya.
Akhirnya, bokashi menjadi solusi untuk mengatasi limbah restoran. Pertama dilakukan adalah membuat penampungan, sampah dipilah antara sampah organik dan anorganik. Dan karyawan dibiasakan membuang sampah berdasarkan jenisnya. Sampah organik dengan bantuan EM4 selanjutnya ia kelola menjadi bokashi,  sampah anorganik  dikirim ke penampungan
Sampah organik dipotong-potong menjadi bagian kecil, lalu ditambah dedak plus larutan EM4, aduk hingga rata. Bahan tersebut selanjutnya difermentasi EM4, Pupuk atau bokashi olahan limbah restoran tersebut siap digunakan selang satu minggu. bokashi selanjutnya ia aplikasikan pada tanaman di sekitar restoran dan areal persawahan yang masih berada di lingkungan Dapoer Handayani.  
EM4 ia gunakan karena membantu dalam proses pengkomposan. Melalui mikroorganisme yang terdapat dalam EM4,  sampah organik sempurna terurai dalam waktu singkat, selain itu selama proses pengkomposan tidak menimbulkan bau menyengat,” baunya seperti tape, tidak terlalu menyengat dan baunya tidak sampai ke lobi,  bokashi hasil fermentasi EM4 juga berkualitas baik,”  kata Pohan. Lebih lanjut, ia menjelaskan limbah restoran merupakan bahan bokashi terbaik. Kandungan nutrisi tersedia, baik protein, karbohidrat mineral dan zat lainnya, melalui bantuan mikroorganisme menguntung yang terdapat dalam EM4,  kandungan nutrisi pada kompos  menjadi kompleks” jelas ibu pohan yang tinggal di jalan Fatmawati Jakarta selatan.
Tanaman yang ada di sekitar restoran Dapoer Handayani terlihat subur, aneka tanaman hias rajin berbunga, penampilan bunga juga menarik dengan warna sempurna. Tidak hanya itu,    lahan pertanian seluas 500 meter yang berada tidak jauh dari restoran, terlihat subur oleh  produk holtikultur seperti , cabai, sayur-sayuran, mentimun, casein, kubis. Termasuk padi yang ia tanam, anakannnya terlihat banyak dengan gabah terisi penuh.“Produk hortkultura, seperti cabe, kubis, timun sebagian dipasok untuk keperluan restoran, lumayan bisa mengurangi pengeluaran karena sebagian kebutuhan dapur tersedia dari lahan pertanian ini,’ jelas pohan.         
  Melaui  pengolahan limbah restoran, Dapoer Handayani yang berada di seputar  jalan utama Ciawi Bogor, dikenal luas oleh masyarakat sekitar sebagai rumah makan yang asri. Suasana restoran yang memiliki pemandangan indah dan berhawa sejuk menjadi daya tarik pengunjung. Selain itu, restoran ini dikenal kebersihannya karena tidak ada limbah tersisah. **Ded

EM CONER 6


Kelompok Tani Lembu Nadi 1
 Gunakan EM4  Pada Pertanian Terintegrasi   

Pemkop Bali, beserta dinas pertanian serta jajarannya, menggalakan sistem pertanian terpadu (terintegrasi). Program ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan produksi pertanian. Dengan sistem pertanian terpadu, budidaya tanaman terintegrasi dengan ternak, sehingga efesiensi biaya produksi dengan hasil pertanian maksimal.  

Melalui sistem ini, pertanian berkesinambungan dengan peternakan, sisa panen atau limbah tanaman dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak, dan sebaliknya kotoran ternak dapat diolah menjadi pupuk kompos sebagai nutrisi tanaman. sehingga, limbah pertanian serta  ternak, tidak ada yang terbuang percuma. Jika sistem ini diterapkan pada pertanian di tanah air, dapat mengurangi biaya produksi, namun hasil pertanian optimal. Pendapatan petani pun meningkat sehingga lebih sejahtera. 
Kelompok  Tani Lembu Nadi 1 Banjar Tiyingan di Desa Pelaga, Kec. Petang Kabupaten Badung, Bali, menerapkan sistem pertanian ini. Hasilnya, Produk holtikutura seperti cabai, timun,  kacang tanah, kubis dan kopi, berbuah lebat, sehat,  dan produksi tanaman meningkat tiap kali panen. Kehidupan petani lebih sejahtera dibandingkan petani lainnya.
Pertanian terpadu dilakoni secara swadaya oleh masyakat.  Limbah organik yang banyak terdapat di desa ini diolah menjadi kompos. Daun-daun kering, rumput, kotoran ayam, sapi dan urine sapi dikumpulkan, lalu difermentasi EM4 menjadi kompos. Tidak hanya itu,  kelompok tani lembu nadi juga membuat pakan ternak serta jamu ternak dari bahan organic dan sisah panen. Semua dilakukan dengan bantuan EM4
Nyoman Darmawan selaku ketua kelompok Tani Lembu Nadi 1 mengatakan, pupuk cair EM4 sangat diperlukan, karena selain dapat memangkas proses pembuatan, kompos hasil fermentasi EM4 mempunyai kualitas baik. Dapat mengembalikan kesuburan tanah,  tanaman dan  produktivitas buah. Begitu pula pada hewan ternak, sapi yang mengkosumsi pakan hasil fermentasi EM4 terlihat sehat dan gemuk.
“Pupuk cair EM4 multi fungsi, mikroorganisme menguntungkan didalamnya sangat membantu pada pertanian terintegrasi.  Seluruh tahapan sistem pertanian ini bisa terbantu dengan EM4, mulai pengomposan, pakan ternak, perawatan tanaman, pengolahan limbah, dan sanitasi. Hasilnya juga memuaskan, tidak hanya pada pertanian tetapi juga pada ternak, ”terang  Nyoman Darmawan    
Melalui bantuan EM4, proses pembuatan kompos berjalan cepat, hanya memerlukan waktu tujuh hari, jauh lebih cepat jika dibandingkan cara konvesional yang membutukan waktu hingga satu bulan. Selain itu, sapi ternak sehat karena asupan makanan kaya nutrisi dan vitamin lengkap.  Peternak sapi, tidaka lagi mencium bau kotoran sapi, Kandang bersih, tidak berbau serta tidak ada lalat. “Sebelumnya, kotoran sapi kurang diperhatikan, begitu saja dibiarkan oleh petani, namun setelah mereka mengenal teknologi EM4, kotoran sapi jadi buruan dan sulit diperoleh,”ungkap Nyoman Darmawan.
Desa Pelaga yang  berhawa sejuk inipun sukses menerapkan pertanian terintegrasi denga bantuan EM4. Desa kecil berada dibagian utara Bali ini dikenal sebagai penghasil tanaman organic dan hewan sapi ternak. kebutuhan sayuran organic di sejumlah Mall dan supermarket di Bali dipasok dari desa ini. Masyakat Bali juga mengenal desa ini sebagai penghasil ternak sapi berkualitas baik. Pertanian terintegrasi didesa ini  juga dijadikan percontohan oleh kelompok tani Bali dan sekitarnya.   
Nyoman Darmawan, mengaku keberhasilan system pertanian teritegrai di desanya, tak lepas dari peran EM4. Pupuk organik produksi PT. Songgolanggit Persada ini mempunyai peran penting pada sistem pertanian ini, mulai, pembuatan pakan alami, sanitasi kandang, penggemukan ternak hingga pembuatan kompos dan perawatan tanaman,“Dengan EM4 tidak ada limbah tersisah, karena semua limbah bermanfat dan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi,”jelas Darmawan.++ded

EM Coner 5


EM4 Atasi Bau Menyengat Pada Ternak Ayam

Persoalan sanitasi pada ternak ayam kerap memusingkan kepala. Banyaknya konplen warga sekitar menyebabkan usaha ternak ayam potong membuat sang pemilik usaha tersebut pusing tujuh keliling. Namun dengan teknologi EM4 persoalan tersebut bisa teredam, masyarakat pun tidak resah. Karena dengan penggunaan EM4 yang terkenal ramah lingkungan ini, persoalan bisa teratasi.
T
ak perlu ragu dengan penggunaan EM4, karena EM4 merupakan mikroorganisme campuran dari 80 jenis mikroorganisme fermentasi yang mengurai atau memfermentasi bahan organik. Jika proses fermentasi  berlangsung dalam penguraian bahan organik (kotoran ternak), maka pembentukan gas (bau busuk) dan panas dapat ditekan atau dihilangkan sama sekali. Bahkan mengurangi lalat dan hama penyakit.
Hal ini dialami  Tusiran (40) salah satu peternak ayam potong yang berada di Desa Jatimulyo, Kec. Jatiagung Lampung Selatan. Sebelum menggunakan EM4, ternak ayamnya begitu berbau hingga mengganggu dan meresahkan masyarakat sekitar tetapi setelah menggunakan teknologi EM4, bau yang menyengat dapat ditekan
Jika pengolahan unggas kurang baik, limbah yang dihasilkan (kotoran ternak) lebih banyak menimbulkan masalah seperti penyakit ternak dan lingkungan dari pada keuntungan yang didapatnya. ‘’Usaha yang paling banyak dilakukan oleh peternak adalah bagaimana membuang dengan cepat dan tentunya dengan harga murah. Dan ini peternak tidak mendapatkan nilai tambah dari hasil kotoran ternak tersebut,’’kata Tusiran.
Namun dengan teknologi EM4 , peternak bisa memanfaatkan limbah tersebut dan  lebih bernilai ekonomis dijual untuk pertanian organik. Sebagaimana diketahui sekarang ini daerah-daerah pertanian sebagai penghasil lahan pangan telah kekurangan bahan organik dan miskin hara. Dan tentunya dengan EM4  dapat meningkatkan mutu kotoran ternak yang dihasilkan. Karena kotoran ayam tadi dapat dimanfaatkan kembali menjadi kompos yang bernilai tinggi (bokashi) serta dapat difermentasi menjadi pakan ternak
Keunggulan lain penggunaan teknologi effective mikroorganisme pada ternak dapat mengurangi jumlah lalat dan serangga ternak serta mengurangi ketegangan (stress) ternak.
            Dengan menggunakan EM4 diakui beberapa pekerja di peternakan tersebut, dapat mengurangi biaya produksi sehingga peternak dapat menarik keuntungan lebih dengan terus menjaga kualitas maupun kuantitas dagingnya.
Untuk mengatasi penyakit, Tusiran tak pernah khawatir, sejak pria yang juga senang bertani ini, selalu menggunakan EM4 baik untuk minum, disemprotkan pakan serta untuk sanitasi sehingga tidak menimbulkan bau. ‘’Dengan menggunakan EM4, ayam terlihat lebih sehat, mencegah stress dan menghasilkan pupuk kandang yang prima,’’jelasnya.
 Menurut Tusiran, sejak menggunakan EM4, berbagai penyakit yang sangat ditakuti peternak seperti tetelo, ngorok, berak kapur, bahkan yang paling sadis flu burung, belum pernah terjadi. ‘’Mudah-mudahan tidak terjadi, kalau kesehatan ayam ternak selalu terjaga,’’katanya.
Biasanya kematian ternak dapat terjadi pada hari ke-4 setelah terinfeksi. Penularan melalui kotoran. Pengobatan belum dapat memberikan hasil yang memuaskan, yang sebaiknya dilakukan adalah pencegahan dengan perbaikan sanitasi kandang.
Dan yang paling efektif dalam perbaikan sanitasi adalah, dengan menggunakan EM4, karena dapat memfermentasi kotoran ternak menjadi senyawa organik  yang bermanfaat. Carannya, campurkan larutan EM4 dan Molase atau gula dengan air, dengan perbandingan 1 : 1 : 100, kemudian didiamkan selama dua hari agar terjadi proses fermentasi. Kemudian semprotkan larutan tersebut pada kandang ternak dengan dosis 1 – 2 liter permeter persegi luasan kandang. 
 Dan yang paling menarik menggunakan EM4 mampu menyeimbangkan mikroorganisme di dalam perut ternak. ‘’ Ini membuktikan kesehatan ayam terjaga dengan baik dengan menggunakan probiotik seperti EM4,’’jelasnya.
Untuk penggunaan EM4 pada pakan, cukup larutkan EM4 sebanyak 1-2 cc ke dalam 1 sampai 1.5 liter air, lalu semprotkan pada pakan ternak yang akan diberikan. Bisa juga menggunakan EM Bokashi pakan dapat dicampurkan dengan dedak, konsentrat dan jagung, dengan perbandingan 10 bagian EM Bokashi ditambah 10 bagian dedak dan ditambah 2 bagian konsentrat dan 2 bagian jagung. Untuk air minum ternak, EM4 sebanyak 1 -2 cc ke dalam 1 sampai 1.5 liter air, diberikan setiap hari.
Sedang untuk limbah ternak, campurkan larutan EM4 dan molase atau gula dengan air, dengan perbandingan 1 : 1 : 100, kemudian didiamkan selama  dua hari agar terjadi proses fermentasi. Larutan tersebut dapat disemprotkan pada limbah ternak dengan kapasitas limbah 1 ton. Limbah yang telah difermentasi tersebut untuk selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan organik bermanfaat untuk pertanian sebagai pupuk organik maupun pakan ternak (A)